Ford pasti mulai pakai baterai LFP non-nikel tahun ini.

Sabtu, 20 Juni 2026

image

DETROIT - Ford dilaporkan tengah memulai produksi massal sel baterai lithium iron phosphate (LFP) yang akan digunakan pada kendaraan listrik mulai tahun ini.

Dikutip dari Electrive, pabrik baterai Ford di Marshall, Michigan, saat ini sedang meningkatkan produksi sel baterai tahap "D-Sample", yakni baterai yang telah menggunakan material siap produksi massal dan akan segera  memasuki tahap akhir pengujian serta validasi.

Baterai LFP prismatik tersebut akan digunakan pada pikap listrik berharga terjangkau milik Ford yang dibangun di atas Universal EV Platform dan dijadwalkan meluncur pada 2027.

Menurut CBT News, Ford menargetkan pabrik tersebut akan memumulai produksi sel baterai siap komersialisasi sebelum akhir 2026.

Untuk memproduksi baterai LFP sendiri, Ford menggunakan lisensi teknologi dari produsen baterai asal Tiongkok, CATL.

Skema tersebut memberi Ford kendali yang lebih besar dibandingkan model perusahaan patungan. Selain itu, fasilitas BlueOval Battery Park Michigan sepenuhnya dimiliki oleh Ford.

Meski demikian, CATL tetap berperan penting dalam proses peningkatan produksi. Karyawan perusahaan asal Tiongkok itu disebut membantu pelatihan tenaga kerja sekaligus memberikan dukungan keahlian manufaktur di fasilitas Marshall.

Dengan demikian, meski kepemilikan pabrik berada di tangan Ford, operasional produksinya masih bergantung pada dukungan teknis dari CATL.

Pada 2023, Ford mengumumkan BlueOval Battery Park Michigan akan mulai memproduksi sel baterai LFP pada 2026.

Pembangunan fasilitas tersebut dilaporkan masih berjalan sesuai jadwal.

Saat proyek tersebut  diumumkan, Ford menargetkan kapasitas produksi tahunan mencapai 35 gigawatt-jam (GWh) serta menyerap sekitar 2.500 tenaga kerja pada tahap ekspansi lanjutan.

Namun, CBT News melaporkan Ford kini menargetkan sekitar 800 pekerja akan bergabung di fasilitas tersebut hingga akhir tahun ini. Jumlah tersebut selanjutnya akan ditingkatkan menjadi sekitar 1.700 pekerja.

Hingga kini belum diketahui apakah angka tersebut merupakan target akhir ekspansi karena Ford belum mengungkapkan kapasitas produksi terbaru pabrik tersebut.

Penggunaan baterai LFP menandai perubahan strategi Ford yang sebelumnya berfokus pada baterai berbasis nikel-kobalt-mangan (NCM).

Meski baterai NCM menawarkan kepadatan energi lebih tinggi, performa yang lebih baik pada suhu rendah, serta daya yang lebih besar, baterai LFP memiliki biaya produksi yang lebih rendah, bahan baku yang lebih mudah diperoleh, dan umur pakai yang lebih panjang.

Sejalan dengan perubahan strategi tersebut, Ford pada Desember lalu membubarkan perusahaan patungan baterai BlueOval SK yang dibentuk bersama produsen baterai asal Korea Selatan, SK On.

Kedua perusahaan tetap mempertahankan kepemilikan atas tiga pabrik baterai yang berlokasi di Kentucky dan Tennessee. Salah satu faktor utama di balik keputusan tersebut adalah fokus SK On pada teknologi baterai NMC, sementara Ford kini memperluas pengembangan ke baterai LFP dan lithium manganese rich (LMR). (ARF)