IHSG turun 0,61% terseret aksi profit-taking dan sentimen bursa Asia
Selasa, 09 Desember 2025

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (9/12) hari ini di zona merah, dengan penurunan 0,651% atau 53,52 poin ke level 8.647,18.
Padahal pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat menyentuh rekor intraday tertinggi baru di level 8.749.
Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp26,18 triliun, serta melibatkan 54,21 miliar lembar saham.
Mayoritas indeks sektoral melemah dan hanya tiga sektor yang mencatat penguatan. Ketiganya yaitu sektor teknologi, infrastruktur, dan kesehatan.
Analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini akibat aksi ambil untung atau profit-taking investor, setelah IHSG tembus rekor tertinggi baru.
Di sisi lain, analis Phintraco juga menyebut sentimen negatif datang dari indeks saham di kawasan Asia, “yang cenderung melemah menjelang pertemuan The Fed,”
Secara teknikal, analis Phintraco menilai IHSG telah terkoreksi dan membentuk candle bearish engulfing. Hal ini diyakini sebagai indikasi koreksi jangka pendek.
Menurut data IDNFinancials.com, indeks Hang Seng mencatat penurunan paling dalam yaitu 1,29%. BSE Sensex berada di peringkat kedua dengan penurunan 0,71% dan IHSG di peringkat ketiga.
Namun setidaknya ada tiga indeks saham dari kawasan Asia yang mencatat penguatan. Ketiganya adalah Nikkei 225 yang menguat 0,18%, PSEI Filipina naik 0,46%, dan SET Thailand 0,67%. (KR)