Saham preferen Strategy anjlok di bawah nilai nominal

Sabtu, 20 Juni 2026

image

NEW YORK - Saham preferen milik Strategy yang menjadi salah satu instrumen utama untuk mendanai pembelian nitcoin turun ke level terendah sejak pertama kali diluncurkan.

Dikutip dari CoinDesk, Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock (STRC) ditutup di level US$89 pada perdagangan Rabu (17/6), sekitar 11% di bawah nilai nominalnya sebesar US$100.

Pelemahan tersebut berpotensi membatasi salah satu sumber pendanaan yang selama ini digunakan Strategy untuk menambah kepemilikan bitcoin.

STRC merupakan saham preferen dengan dividen berimbal hasil variabel. Saat ini, instrumen tersebut menawarkan tingkat dividen efektif sekitar 12,9% yang disesuaikan setiap bulan guna menjaga harga saham tetap mendekati nilai nominalnya.

Pergerakan harga STRC menjadi perhatian pasar karena berkaitan langsung dengan strategi akumulasi bitcoin perusahaan.

Ketika diperdagangkan di atas nilai nominal US$100, Strategy dapat menerbitkan saham STRC baru melalui skema at-the-market offering dan menjualnya langsung ke pasar. Dana hasil penjualan tersebut kemudian digunakan untuk membeli bitcoin.

Namun, karena harga STRC kini berada di bawah nilai nominal, perusahaan menghentikan sementara penerbitan saham baru melalui program tersebut.

Akibatnya, salah satu sumber pendanaan yang selama ini menopang strategi akumulasi bitcoin Strategy menjadi kurang efektif.

STRC juga merupakan saham preferen Strategy dengan volume perdagangan terbesar di antara instrumen sejenis yang diterbitkan perusahaan.

Tekanan pada STRC turut menjadi sorotan karena sebelumnya mendorong Strategy menjual bitcoin untuk pertama kalinya sejak memulai strategi akumulasi aset kripto tersebut pada 2022.

Pada 1 Juni lalu, perusahaan mengungkapkan telah melepas 32 Bitcoin senilai sekitar US$2,5 juta pada akhir Mei untuk membiayai pembayaran dividen STRC.

Langkah tersebut sempat mengejutkan pasar karena bertolak belakang dengan komitmen Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, yang selama ini dikenal sebagai pendukung strategi menyimpan bitcoin untuk jangka panjang.

Meski demikian, pekan lalu Strategy menyatakan telah membangun cadangan kas khusus senilai US$1,1 miliar untuk memenuhi kewajiban pembayaran dividen saham preferen dan utang perusahaan.

Di saat yang sama, perusahaan masih menambah 1.587 bitcoin melalui hasil penjualan saham biasa.

Saat ini, Strategy tercatat memiliki sekitar 846.842 bitcoin atau setara hampir 4% dari total pasokan bitcoin yang akan pernah beredar.

Jumlah tersebut menjadikan perusahaan sebagai pemegang bitcoin korporasi terbesar di dunia.

Meski STRC pernah beberapa kali diperdagangkan di bawah nilai nominal, kondisi tersebut umumnya terjadi ketika pasar bitcoin mengalami volatilitas tinggi.

Sementara itu, harga bitcoin bergerak di kisaran US$64.000 hingga US$65.000 sepanjang pekan ini. Saham Strategy (MSTR) juga melemah sekitar 5% pada perdagangan Rabu dan ditutup di level US$116,52. (ARF)