Trent VanEpps: Ethereum bisa hadapi krisis dana dalam 9 bulan
Minggu, 21 Juni 2026
NEW YORK - Mantan kontributor Ethereum Foundation (EF), Trent VanEpps, memperingatkan bahwa ekosistem pengembangan inti Ethereum berpotensi menghadapi krisis pendanaan dalam tiga hingga sembilan bulan ke depan.
Dikutip dari The Block, VanEpps menilai berakhirnya Client Incentive Program (CIP) pada April 2026 serta pengurangan belanja yang dilakukan Ethereum Foundation dapat mengganggu keberlanjutan pengembangan jaringan ethereum.
VanEpps, yang mengoordinasikan pengembangan inti ethereum di EF sejak 2021 hingga April 2026, mengatakan bahwa selama ini CIP menjadi salah satu sumber pendanaan utama bagi tim pengembang klien ethereum melalui insentif berbasis staking.
Program yang telah berjalan selama empat tahun itu berakhir pada April lalu, sementara hingga kini belum terlihat adanya skema pendanaan pengganti.
Menurut VanEpps, ekosistem pengembangan inti ethereum membutuhkan pendanaan sekitar US$30 juta per tahun untuk mendukung lebih dari 10 tim pengembang klien, kelompok riset, dan tim koordinasi yang bertanggung jawab menjaga keamanan serta pengembangan jaringan.
VanEpps mengingatkan bahwa ketidakpastian pendanaan dapat menyebabkan ethereum kehilangan kontributor yang memiliki pengetahuan dan pengalaman penting yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Selain itu, kondisi tersebut berpotensi memperlambat pengembangan jangka panjang ethereum, termasuk peningkatan skalabilitas jaringan dan upaya mengantisipasi perkembangan komputasi kuantum.
Ia mengingatkan bahwa talenta-talenta penting yang keluar dari ekosistem belum tentu dapat direkrut kembali ketika pendanaan kembali tersedia.
Ia menilai risiko dari kurangnya investasi untuk menjaga kesinambungan pengembangan ethereum saat ini masih belum mendapat perhatian yang memadai.
VanEpps memperingatkan bahwa dampak dari kondisi tersebut kemungkinan baru akan terlihat dalam 12 hingga 18 bulan mendatang, ketika biaya untuk memulihkan kerusakan yang terjadi bisa menjadi jauh lebih besar.
VanEpps juga menyoroti filosofi jangka panjang Ethereum Foundation yang selama ini berupaya mengurangi perannya secara bertahap dalam ekosistem ethereum.
Menurutnya, pendekatan tersebut berhasil menegaskan bahwa Ethereum Foundation tidak dimaksudkan menjadi satu-satunya pusat pengambilan keputusan dalam jaringan.
Namun, strategi itu dinilai belum memberikan kejelasan mengenai pihak yang akan mengambil alih berbagai tanggung jawab yang selama ini dijalankan yayasan.
Akibatnya, sejumlah fungsi penting masih belum memiliki pengganti yang jelas di dalam ekosistem ethereum.
VanEpps menegaskan bahwa Ethereum Foundation sejak awal memang tidak dirancang untuk menjadi pengelola permanen jaringan ethereum.
Karena itu, ia mendorong pembentukan institusi serta mekanisme pendanaan baru yang dapat mengambil alih pengelolaan berbagai sumber daya bersama dalam ekosistem ethereum, mulai dari perangkat lunak, jaringan, hingga aset ETH.
Menurutnya, model pendanaan yang netral, akuntabel, dan berkelanjutan perlu segera dibangun guna menjaga kesinambungan pengembangan ethereum di masa depan.
Pergantian Personel Ethereum Fondation
Kekhawatiran tersebut muncul di tengah gelombang pergantian personel di Ethereum Foundation.
Pada Kamis, Direktur Eksekutif sekaligus anggota dewan Ethereum Foundation, Hsiao-Wei Wang, mengumumkan pengunduran dirinya setelah menjalani masa cuti panjang.
Wang bergabung dengan Ethereum Foundation pada 2017 dan menjabat sebagai direktur eksekutif bersama sejak Maret 2025.
Sebelumnya, sejumlah tokoh penting juga telah meninggalkan organisasi tersebut, termasuk peneliti Carl Beek dan Julian Ma, mantan Direktur Eksekutif bersama Tomasz Stańczak, Josh Stark, serta pemimpin tim protokol Barnabé Monnot dan Tim Beiko.
Di tengah perubahan tersebut, pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, pada Mei lalu mengatakan Ethereum Foundation akan menjadi organisasi yang lebih ramping dan lebih berfokus pada keberlanjutan jangka panjang.
Menurut Buterin, prioritas utama Ethereum Foundation ke depan mencakup penguatan ketahanan terhadap sensor, pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (open source), perlindungan privasi, serta keamanan jaringan.
Sementara itu, ether diperdagangkan di kisaran US$1.688 pada Jumat, turun sekitar 3,1% dalam 24 jam terakhir. Harga aset kripto tersebut masih sekitar 65,7% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang tercatat pada Agustus tahun lalu. (ARF)