JPMorgan: Biaya penambangan bitcoin makin memburuk

Minggu, 21 Juni 2026

image

JAKARTA -- JPMorgan menyatakan bahwa kondisi ekonomi penambangan Bitcoin semakin memburuk karena harga BTC diperdagangkan sekitar 19% di bawah estimasi biaya produksinya sebesar US$78.000.

Situasi ini, seperti dikutip bitcoinmagazine,  menurut analis JPMorgan, bitcoin telah diperdagangkan di bawah estimasi biaya penambangannya selama lima bulan berturut-turut.

Kondisi ini membuat sekitar satu dari lima penambang mengalami kerugian dan mendorong perusahaan-perusahaan penambangan yang tercatat di bursa menjual bitcoin dalam volume tertinggi yang pernah tercatat.

Dalam catatan kepada klien yang dirilis pekan ini, tim analis yang dipimpin Managing Director Nikolaos Panigirtzoglou menyebut bahwa ekonomi penambangan bitcoin telah "memburuk" sepanjang 2026.

JPMorgan memperkirakan biaya produksi penuh (all-in production cost) bitcoin saat ini berada di kisaran US$78.000 per BTC.

Angka tersebut dihitung berdasarkan biaya listrik, penyusutan perangkat keras, serta biaya operasional perusahaan-perusahaan penambangan publik.

Dengan harga bitcoin saat ini berada di sekitar US$63.000, selisih yang cukup besar antara harga pasar dan titik impas (break-even) menciptakan tekanan berkepanjangan bagi sektor penambangan.

Salah satu perubahan penting yang disoroti JPMorgan adalah perubahan struktural dalam cara jaringan bitcoin merespons pergerakan harga.

Beta tingkat kesulitan penambangan (mining difficulty) terhadap harga BTC--yakni ukuran seberapa besar perubahan tingkat kesulitan untuk setiap perubahan harga Bitcoin--telah meningkat menjadi 0,62 dalam enam bulan terakhir.

Menurut JPMorgan, kondisi ini menunjukkan bahwa semakin banyak penambang kini beroperasi di dekat batas biaya produksi mereka. Akibatnya, mereka lebih sering menghidupkan atau mematikan mesin penambangan mengikuti naik turunnya harga Bitcoin, dibandingkan mempertahankan operasi secara konsisten.

Pola tersebut mulai terlihat pada awal Juni ketika tingkat kesulitan penambangan turun 10,09%, penurunan terbesar kedua sepanjang tahun ini.

Sementara itu, hashrate Bitcoin turun 12% selama Juni, berdasarkan data Galaxy Research. Sebelumnya, penurunan tingkat kesulitan sekitar 10% juga terjadi pada Januari, sehingga dua kali penurunan sebesar ini terjadi hanya dalam satu tahun kalender.

Tekanan finansial tersebut memaksa perusahaan-perusahaan penambangan publik mengambil langkah drastis.

Operator seperti MARA, CleanSpark, Riot Platforms, Cango, Core Scientific, dan Bitdeer menjual total 32.000 Bitcoin hanya pada kuartal pertama 2026 untuk membiayai operasional mereka, menurut data TheEnergyMag yang dikutip JPMorgan.

Jumlah tersebut melampaui total Bitcoin yang dijual perusahaan-perusahaan tersebut sepanjang 2025, sekaligus menjadi rekor penjualan kuartalan tertinggi. Rekor sebelumnya adalah 20.000 Bitcoin pada kuartal II 2022, saat pasar kripto mengalami bear market setelah runtuhnya ekosistem Terra-Luna.

Hashprice, indikator pendapatan penambangan per satuan daya komputasi, kini berada di sekitar US$33 per petahash per detik per hari, menurut Hashrate Index.

Pada tingkat tersebut, sekitar 20% industri penambangan bitcoin global berada dalam kondisi tidak menguntungkan, berdasarkan Bitcoin Mining Report Q1 2026 dari CoinShares yang juga dikutip JPMorgan.

Meski menggambarkan kondisi industri yang suram, analis JPMorgan belum mengambil pandangan bearish terhadap Bitcoin.

Mereka mencatat bahwa dalam siklus-siklus sebelumnya, sentimen pasar yang sangat lemah seperti saat ini justru sering menjadi indikator kontrarian, yang kemudian diikuti oleh kenaikan harga Bitcoin pada periode berikutnya.

JPMorgan memperkirakan sensitivitas hashrate yang tinggi serta penyesuaian tingkat kesulitan penambangan dalam skala besar akan terus berlangsung selama harga Bitcoin masih berada jauh di bawah biaya produksinya.

Bank tersebut juga menilai bahwa kapitulasi lebih lanjut dari penambang dengan biaya produksi tinggi masih mungkin terjadi pada paruh pertama 2026, apabila tidak terjadi pemulihan harga yang signifikan.

Secara keseluruhan, para penambang Bitcoin diperkirakan masih memegang sekitar 1,8 juta BTC hingga artikel ini diterbitkan, turun dari sekitar 1,86 juta BTC pada akhir 2023.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan cadangan Bitcoin untuk membiayai operasional masih menjadi ciri utama kondisi industri saat ini.

Rasio Bitcoin Terhadap Emas

Seperti dikutip dari CoinDesk, harga bitcoin bergerak stabil di dekat level US$63.000 pada Jumat (19/6) seiring aktivitas perdagangan yang masih relatif sepi.

Aset kripto terbesar di dunia itu terakhir diperdagangkan di level US$62.942 setelah minat beli mendorong harga naik sepanjang sesi perdagangan.

Meski mendekati batas atas kisaran perdagangannya, aktivitas transaksi masih relatif terbatas.

Pergerakan serupa juga terjadi di pasar kripto secara keseluruhan. Sebagian besar aset digital utama hanya mencatat perubahan tipis dalam 24 jam terakhir, sehingga kapitalisasi pasar kripto secara umum cenderung bergerak datar.

Minimnya aktivitas di pasar saham dan obligasi Amerika Serikat yang sedang libur turut membuat perdagangan aset kripto berlangsung lebih tenang meskipun pasar kripto beroperasi selama 24 jam.

Rasio harga bitcoin terhadap emas (BTC/gold ratio) juga menjadi perhatian pasar.

Rasio tersebut sempat mencapai puncak di kisaran 40 pada Desember 2024 sebelum turun ke level terendah 12,2 pada Februari 2026. Sejak saat itu, rasio tersebut pulih ke sekitar 15,22 ons.

Berdasarkan pola siklus sebelumnya, fase penurunan rasio bitcoin terhadap emas cenderung berlangsung cukup panjang.

Setelah puncak siklus 2017, rasio tersebut membutuhkan waktu 396 hari untuk mencapai titik terendah. Sementara pada siklus 2021, proses penurunannya berlangsung selama 579 hari.

Penurunan dari puncak hingga titik terendah pada siklus saat ini tercatat berlangsung selama 427 hari, atau berada di antara dua siklus sebelumnya.

Pada level saat ini, rasio BTC/gold sebesar 15,22 mengindikasikan harga emas berada di kisaran US$4.150 per ons, sementara harga bitcoin setara sekitar US$63.300. (ARF)