INET segera lepas dari suspensi, intip rencana pascaaksi korporasi

Selasa, 09 Desember 2025

image

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri suspensi perdagangan saham dan waran PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) di seluruh pasar mulai sesi I perdagangan saham besok, Rabu (10/12).

Berdasarkan data IDNFinancials.com, perdagangan saham dan INET dihentikan sementara (suspensi) sejak Kamis (4/12) pekan lalu, karena peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Harga saham INET memang melonjak tajam dalam sebulan terakhir, atau dari harga penutupan perdagangan 10 November 2025 lalu, yaitu mencapai 93,75%.

Jika ditarik lebih jauh lagi, sejak awal November 2025, kenaikan harganya bahkan sudah menyentuh 174,82% hingga penutupan perdagangan Rabu (3/12) pekan lalu di level Rp775 per lembar.

INET memang tengah merencanakan dua aksi korporasi besar, termasuk rights issue Rp3,2 triliun dan penerbitan obligasi Rp1 triliun – yang ditargetkan rilis pada 2026 mendatang.

Namun, sebagai catatan, rights issue INET belum dieksekusi hingga kini, meskipun jadwal pelaksanaan Hak Memilih Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sudah lewat – yang seharusnya dilaksanakan pada 1-5 Desember 2025.

“Untuk Right Issue sendiri, Perseroan masih menunggu jawaban dari OJK, saat ini kita sudah REG 2,” ujar manajemen dalam Paparan Publik Insidentil 1 Desember 2025 lalu.

Dengan pendanaan dari dua aksi korporasi tersebut, pada tahun 2026-2027, INET akan menyasar perluasan jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH) di Bali, Lombok, dan Kalimantan Barat, serta proyek FTTH di Pulau Jawa.

Kemudian, INET juga akan meresmikan kontrak IRU dan memasarkan penyewaan Submarine Cable Jakarta-Batam dan Batam-Singapura.

Tak hanya itu, INET juga diketahui tengah dalam proses akuisisi PT Personil Alih Daya Tbk (PADA) dan PT Trans Hybrid Communication (THC) untuk memperkuat inisiatif ekspansi Perseroan.

“Status progres negosiasi terkini berjalan dengan baik, dan saat ini Perseroan sedang dalam tahap akhir proses due diligence dan juga penyusunan Laporan Penilai Independen (KJPP),” ujar manajemen mengenai akuisisi PADA dan THC dalam suratnya kepada BEI, Jumat (5/12).

Berdasarkan data IDNFinancials.com, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara masih mengendalikan 58,6% saham INET, sementara masyarakat memegang 41,4% sisanya. (ZH)