China akan kenakan pajak mobil listrik berdasarkan bobot?

Minggu, 21 Juni 2026

image

JAKARTA - Pemerintah China dikabarkan tengah mempertimbangkan kebijakan pajak baru untuk kendaraan listrik (EV) di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap bobot kendaraan serta potensi dampaknya terhadap infrastruktur dan keselamatan jalan.

Sentimen negatif terhadap kendaraan listrik di pasar domestik disebut mulai muncul seiring meningkatnya penggunaan model EV berukuran besar dan berat. Kondisi ini memicu diskusi kebijakan baru yang berpotensi menambah beban biaya bagi konsumen, di saat permintaan kendaraan listrik di China masih menunjukkan pelemahan.

Dikutip dari autonews, salah satu contoh tren tersebut terlihat pada Aito, merek kendaraan listrik yang didukung oleh raksasa teknologi Huawei. Perusahaan ini memasarkan model crossover listrik berukuran besar dengan jangkauan lebih panjang di sejumlah kota, termasuk Zhenjiang di China timur.

Namun, pertumbuhan segmen EV di China kini menghadapi tantangan baru. Selain perlambatan permintaan, isu berat kendaraan listrik menjadi sorotan regulator yang khawatir terhadap dampaknya pada konsumsi energi, keausan jalan, serta risiko keselamatan.

Sejumlah analis menilai wacana pajak baru tersebut dapat semakin menekan pasar kendaraan listrik yang saat ini masih dalam fase penyesuaian setelah periode pertumbuhan cepat dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga saat ini, belum ada kebijakan resmi yang diumumkan, namun diskusi terkait regulasi tambahan untuk kendaraan listrik terus berkembang di kalangan pembuat kebijakan China.(GA)