Tiongkok jadi pesaing Prancis di pasar foie gras internasional

Senin, 22 Juni 2026

image

JAKARTA - Tiongkok semakin memperkuat posisinya sebagai produsen foie gras global dan berpotensi menantang dominasi Prancis di pasar makanan mewah tersebut, seiring meningkatnya produksi domestik dan mulai terbukanya peluang ekspor ke berbagai negara.

Foie gras, adalah makanan hati bebek atau angsa hasil penggemukan paksa, kini berkembang pesat di Tiongkok dari makanan mewah menjadi produk yang lebih terjangkau dan banyak dikonsumsi. Kondisi ini mendorong lonjakan produksi dari sejumlah peternak lokal dalam satu dekade terakhir.

Dikutip dari Reuters, salah satu produsen, Changhao Biotechnology di Tiongkok timur, mencatat produksi sekitar 300 ton tahun lalu dan menargetkan peningkatan hingga 500 ton tahun ini.

Angka tersebut jauh melampaui rata-rata produsen di Prancis yang hanya sekitar 10 ton per tahun.

Secara keseluruhan, produksi foie gras Tiongkok diperkirakan mencapai sekitar 14.000 ton pada tahun lalu, naik signifikan dari sekitar 2.000 ton satu dekade sebelumnya. Sementara itu, Prancis sebagai produsen utama dunia mengalami penurunan produksi menjadi sekitar 15.044 ton pada tahun yang sama.

Meskipun saat ini kurang dari 5% produksi Tiongkok diekspor akibat ketatnya regulasi, sejumlah produsen mulai membuka akses pasar internasional, termasuk ke Timur Tengah, Korea Selatan, Jepang, hingga Asia Tenggara.

Beberapa perusahaan seperti Jilin Zhengfang Agriculture & Animal Husbandry dan Shandong Chunguan Food dilaporkan tengah mempersiapkan ekspansi ekspor, seiring meningkatnya permintaan global dan potensi margin keuntungan yang lebih tinggi di pasar luar negeri.

Di sisi lain, industri foie gras Prancis menyatakan kekhawatiran atas cepatnya ekspansi Tiongkok. Asosiasi industri CIFOG menilai produsen Tiongkok mulai menunjukkan kehadiran di pasar internasional, meski pasar Eropa masih dinilai lebih terlindungi oleh regulasi ketat dan standar asal produk.

Pertumbuhan industri foie gras Tiongkok juga ditopang oleh subsidi pemerintah dan efisiensi produksi skala besar. Namun, pelaku industri mengakui proses produksi yang intensif dan padat karya menjadi faktor penting dalam menjaga output tinggi.

Dengan tren ini, Tiongkok diperkirakan akan menjadi salah satu pemain utama dalam pasar foie gras global, menantang posisi tradisional Prancis di segmen makanan premium tersebut.(GA)