Penjualan di China lesu, BMW siap pangkas 7.700 karyawan

Minggu, 21 Juni 2026

image

JAKARTA - BMW AG bersama perwakilan serikat pekerja bersiap memulai dialog terkait langkah efisiensi, menyusul peringatan penurunan proyeksi laba akibat melemahnya pasar otomotif di China serta meningkatnya biaya dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

BMW diketahui telah memangkas panduan margin laba divisi otomotif menjadi sekitar 1%–3%, turun dari proyeksi sebelumnya di kisaran 4%–6%.

Revisi tersebut mencerminkan tekanan signifikan pada kinerja perusahaan di tengah kondisi pasar global yang tidak stabil.

Dikutip dari Reuters, penurunan kinerja ini terutama dipicu oleh lesunya permintaan kendaraan di China yang merupakan salah satu pasar utama BMW, serta kenaikan biaya operasional akibat gangguan rantai pasok dan dampak konflik di Timur Tengah.

Sentimen negatif tersebut turut menekan saham BMW hingga menyentuh level terendah dalam hampir enam tahun di bursa Frankfurt.

Sebagai respons, dewan pekerja dan manajemen BMW tengah menyiapkan pembahasan untuk mencari langkah penyesuaian biaya yang tetap mempertimbangkan kondisi tenaga kerja. Perusahaan menegaskan akan mengedepankan dialog dalam proses restrukturisasi tersebut.

BMW juga menargetkan penyesuaian tenaga kerja global hingga sekitar 5% pada akhir tahun. Pengurangan sekitar 7.700 posisi disebut akan dilakukan melalui mekanisme alami seperti pensiun dan pengunduran diri, bukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

CEO BMW, Milan Nedeljković, menegaskan perusahaan akan mempercepat langkah pemangkasan biaya struktural untuk menjaga daya saing di tengah tekanan industri otomotif global.

Tekanan serupa juga dialami produsen mobil mewah Eropa lainnya seperti Mercedes-Benz, Volkswagen, dan Stellantis, yang sama-sama menghadapi penurunan margin akibat melemahnya permintaan dan meningkatnya biaya produksi. (GA)