Aster milik TPIA & Glencore siapkan Rp2,58 triliun, garap kilang Bukom

Rabu, 10 Desember 2025

image

JAKARTA ­– Aster, perusahaan patungan milik PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan Glencore, menyiapkan investasi sebesar US$155 miliar atau setara Rp2,58 triliun (kurs JISDOR Rp16.677/US$).

Director for Projects & Technology Aster, Mashhad Dohadwala, mengatakan investasi itu akan disalurkan untuk meningkatkan kapasitas produksi kilang Bukom.

Rinciannya, Aster akan menyalurkan sebanyak US$75 juta untuk revitalisasi Condensate Splitter Unit (CSU), yang diperkirakan mendorong kapasitas produksi kilang Bukom lebih dari 300 ribu barel per hari.

Selain itu Aster akan menyalurkan US$71 juta untuk revitalisasi unit Lube Oil Complex (LUC), yang akan meningkatkan kualitas minyak olahan dari residu kilang, agar dapat dipakai untuk kebutuhan industri, transportasi laut, hingga mobil penumpang.

Di samping itu, kata Dohadwala, Aster juga akan menyalurkan investasi untuk meningkatkan logistik Bukom, agar dapat mengekspor campuran produk C4 ke pabrik Chandra Asri di Cilegon, serta mengimpor produk pyrolysis gasoline dari pabrik Chandra Asri.

“Kami menargetkan sejumlah proyek itu akan beroperasi pada 2026,” jelas Dohadwala, dalam keterangan yang diterima IDNFinancials.com, Selasa (9/12) kemarin.

“Proses revitalisasi tersebut memungkinkan kami untuk menghasilkan produk dengan nilai yang lebih tinggi, serta lebih terintegrasi lewat rantai paosk minyak-kimia kami,” imbuh Dohadwala.

Menurut data IDNFinancials.com, Aster adalah sayap bisnis bentukan TPIA dan Glencore yang telah mengakuisisi sejumlah aset strategis sejak pertengahan 2025.

Aster sempat mengakuisisi sebagian saham Hiap Seng Industries Ltd (HSI), perusahaan solusi industri energi dan pembangkit listrik di Singapura. Selain itu Aster juga mengakuisisi pabrik HDPE milik Chevron di Pulau Jurong.

Tidak disebutkan asal pendanaan yang dipakai Aster untuk revitalisasi kilang mereka di Bukom. Namun laporan IDNFinancials.com sebelumnya mengabarkan bahwa Grup Aster telah menerima fasilitas pendanaan US$140 juta atau sekitar Rp2,34 triliun dari PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). (KR)