Ethereum dilanda eksodus petinggi, Tom Lee tolak isu krisis dana

Senin, 22 Juni 2026

image

JAKARTA - Ketua BitMine Immersion Technologies (BMNR), Tom Lee, menepis kekhawatiran mengenai potensi krisis pendanaan pengembang ethereum meskipun Ethereum Foundation terus kehilangan sejumlah tokoh penting sepanjang tahun ini.

Melalui unggahan di platform X pada Jumat, Lee menyatakan tidak melihat kemungkinan terjadinya gangguan pendanaan bagi pengembangan jaringan Ethereum.

"Menurut pendapat saya, tidak ada kemungkinan sama sekali 'krisis' ini terjadi untuk $ETH."

Ia kemudian menegaskan pandangannya dengan menambahkan,  "NOL" dan "Pendanaan telah diperoleh." seperti dikutip Finance.yahoo.

Dalam artikel yang diterbitkan Kamis, Van Epps memperingatkan bahwa pengembangan inti Ethereum berpotensi menghadapi "krisis pendanaan yang berlangsung lambat" dalam tiga hingga sembilan bulan ke depan.

Dikutip dari Finance.Yahoo, Van Epps, yang terlibat dalam koordinasi pengembangan protokol inti ethereum dan program pendanaan Protocol Guild hingga April 2026, memperkirakan kebutuhan dana untuk mendukung lebih dari 10 tim klien, peneliti, dan kelompok koordinasi mencapai sekitar US$30 juta per tahun.

Menurutnya, sejumlah sumber pendanaan utama yang selama ini menopang ekosistem pengembangan Ethereum mulai mengalami tekanan, sementara belum ada sumber pengganti yang siap mengambil peran tersebut.

Jika dibandingkan dengan sumber daya bersama yang dihasilkan pendanaan ini saat ini, dan ambisi jangka panjang proyek ini, biaya ini terbilang cukup kecil.

Tanpa pendanaan berkelanjutan, lanjutnya, ethereum akan kehilangan orang-orang dengan konteks penting yang telah dibangun selama bertahun-tahun, tertinggal dalam menghadapi tantangan besar seperti komputasi kuantum atau penskalaan, dan pada akhirnya mempertaruhkan reputasi keandalan mainnet.

"Kita tidak dapat berasumsi bahwa kontributor akan tetap tersedia ketika kondisi pendanaan membaik, apalagi memperhitungkan dampaknya terhadap moral mereka yang tetap bertahan."

Pada hari yang sama, Hsiao-Wei Wang, mengundurkan diri dari jabatan co-executive director dan anggota dewan yayasan. Kepergiannya membuat Bastian Aue praktis menjadi satu-satunya direktur eksekutif yang tersisa.

Pengunduran diri Wang menambah daftar petinggi Ethereum Foundation yang meninggalkan organisasi sepanjang 2026. Setidaknya delapan tokoh senior telah hengkang tahun ini, termasuk Van Epps pada April dan mantan co-executive director Tomasz Stańczak pada Februari.

Meski demikian, Ethereum Foundation sebelumnya menyatakan rencana pengelolaan kas yang dimiliki masih cukup untuk menjaga operasional organisasi dalam jangka menengah.

Perubahan struktur kepemimpinan tersebut terjadi ketika sejumlah pelaku industri terus menyoroti posisi ethereum dalam adopsi institusional.

Pendiri zkSync, Alex Gluchowski, pada Maret lalu menilai ethereum masih menjadi pilihan utama bagi institusi keuangan besar meskipun menghadapi persaingan dari blockchain lain.

Menurut Gluchowski, jaringan korporasi yang dikembangkan perusahaan tertentu akan menghadapi tantangan dalam memperoleh adopsi luas karena institusi pesaing tidak akan mudah menggunakan infrastruktur milik kompetitornya.

Di pasar kripto, ethereum diperdagangkan di kisaran US$1.723 saat laporan ini ditulis atau naik lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir.

Data Stocktwits menunjukkan sentimen investor ritel terhadap ETH masih berada di zona netral dengan tingkat percakapan yang relatif rendah.

Sementara itu, BitMine saat ini tercatat sebagai korporasi pemegang ethereum terbesar dengan kepemilikan sekitar 5,6 juta ETH atau setara 4,6% dari total pasokan yang beredar.

Perusahaan juga telah melakukan staking Ethereum senilai sekitar US$8,1 miliar melalui jaringan validator yang dimilikinya.

Di sisi lain, saham BMNR ditutup melemah lebih dari 2% pada perdagangan Jumat.(DH)