Petronas kumpulkan minyak jelantah untuk bahan bakar penerbangan

Senin, 22 Juni 2026

image

JAKARTA - Petronas Dagangan Bhd (PDB) memperluas program pengumpulan minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) menjadi 100 titik pengumpulan di seluruh Malaysia.

Seperti dikutip TheStar, perusahaan menyatakan program tersebut bertujuan memudahkan masyarakat mengelola limbah dapur secara bertanggung jawab sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan melalui penjualan minyak jelantah ke saluran yang telah disetujui.

Minyak jelantah yang terkumpul selanjutnya akan diolah untuk berbagai kebutuhan, termasuk produksi bahan bakar alternatif.

"Minyak goreng bekas yang terkumpul akan diproses untuk aplikasi lebih lanjut, termasuk produksi bahan bakar alternatif," kata perusahaan dalam pernyataannya.

Chief Operating Officer PDB, Azureen Azita Abdullah, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

"Hingga Maret 2026, inisiatif pengumpulan minyak goreng bekas PDB telah diperluas ke 100 stasiun di seluruh negeri, dengan lebih dari 1,6 juta kilogram minyak goreng bekas yang telah dikumpulkan."

Menurut dia, program tersebut telah mengumpulkan lebih dari 1,6 juta kilogram minyak jelantah hingga Maret 2026.

"Inisiatif ini juga telah menghasilkan pendapatan sekitar RM4,8 juta bagi lebih dari 560.000 peserta. Ini menunjukkan bahwa tindakan kecil di rumah dapat memberikan dampak signifikan tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan," katanya.

Program itu juga menghasilkan sekitar RM4,8 juta bagi lebih dari 560.000 peserta yang berpartisipasi dalam pengumpulan minyak jelantah.

Azureen menambahkan minyak jelantah yang terkumpul memiliki potensi untuk diolah menjadi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan bagi sektor penerbangan, termasuk Sustainable Aviation Fuel (SAF).

"Ini menunjukkan bahwa sampah sehari-hari dapat diberi nilai baru sebagai bagian dari solusi energi yang lebih berkelanjutan," ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan baku energi alternatif menunjukkan bahwa sampah sehari-hari dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.(DH)