Trump: Gagal di energi dan imigrasi, PM Inggris akan segera mundur

Senin, 22 Juni 2026

image

JAKARTA - Trump kembali memicu perhatian terhadap politik Inggris setelah menyatakan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, akan mengundurkan diri di tengah spekulasi yang berkembang mengenai masa depan kepemimpinan pemimpin Partai Buruh tersebut.

Dalam unggahan di platform Truth Social pada Minggu, Presiden Amerika Serikat itu menyampaikan keyakinannya bahwa Starmer tidak akan bertahan lama di jabatannya.

“Keir Starmer akan mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Britania Raya,” tulis Trump.

Namun, belum ada indikasi apakah pernyataan tersebut didasarkan pada informasi yang dimilikinya atau sekadar komentarnya terhadap spekulasi yang berkembang di Inggris.

Laporan PA Media menyebut Trump belum berbicara dengan Starmer sejak keduanya bertemu dalam KTT G7 di Prancis pekan ini.

Dalam unggahan yang sama, Trump melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintahan Starmer. Menurutnya, kegagalan menangani isu imigrasi dan energi menjadi faktor yang dapat mengakhiri karier politik pemimpin Inggris tersebut.

“Dia gagal dalam dua bidang yang sangat penting - IMIGRASI DAN ENERGI,” tulis Trump, seperti dikutip dari CNN.

Trump juga kembali mendorong pemerintah Inggris untuk membuka eksplorasi minyak dan gas di Laut Utara.

“(BUKA MINYAK LAUT UTARA!).”

Presiden AS, itu sebelumnya beberapa kali mengkritik kebijakan energi Inggris, termasuk pembekuan izin eksplorasi migas baru di Laut Utara dan pengembangan pembangkit listrik tenaga angin.

Hubungan Trump dan Starmer sempat dianggap relatif baik, bahkan Starmer pernah dijuluki "Trump whisperer" karena kemampuannya menjaga komunikasi dengan Presiden AS.

Namun, hubungan keduanya belakangan dinilai memburuk, terutama setelah perbedaan pandangan terkait konflik Iran.

Menanggapi pernyataan Trump, Juru Bicara Downing Street merujuk pada komentar terbaru Starmer yang disampaikan pada Jumat lalu.

“Masih banyak yang harus dilakukan, dan itulah yang menjadi fokus saya, itulah yang menjadi tugas saya setelah terpilih, yaitu melayani negara saya,” kata Starmer.

Juru bicara tersebut menambahkan pemerintah tidak memiliki komentar tambahan terkait spekulasi mengenai pengunduran diri sang perdana menteri.

Sementara itu, Menteri Bisnis Inggris Peter Kyle mengatakan Starmer tengah mempertimbangkan berbagai realitas politik yang dihadapi pemerintahannya.

Meski demikian, ia menegaskan setiap keputusan yang diambil akan berorientasi pada kepentingan nasional.

Menurut Kyle, Starmer akan melakukan apa yang dianggapnya sebagai langkah terbaik bagi Inggris di tengah meningkatnya tekanan politik terhadap pemerintahannya.(DH)