Nama Prajogo mencuat jelang IPO Proline, TPIA buka suara

Senin, 22 Juni 2026

image

JAKARTA – Nama konglomerat Prajogo Pangestu ramai dikaitkan dengan rencana Initial Public Offering (IPO) PT Proline Diagnostic Line Tbk (PRDL), lantaran PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turut memiliki saham induk usaha PRDL yaitu PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).

Menanggapi hal tersebut, Manajemen TPIA menegaskan kepemilikan saham perseroan di PRDA hanya merupakan bagian dari pengelolaan portofolio investasi.

“Sebagai perusahaan publik, kami memahami perhatian pasar terhadap setiap aktivitas investasi perseroan. Namun, perlu kami tegaskan bahwa investasi saham PRDA merupakan bagian dari pengelolaan portofolio keuangan yang bersifat non-strategis,” kata Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan korporasi TPIA, Suryandi, dalam keterangan resminya pada Sabtu (20/6).

Suryandi menambahkan bahwa keputusan TPIA mengambil bagian sebagai pemegang saham PRDA, tidak terkait dengan rencana ekspansi, akuisisi, kemitraan strategis, maupun perubahan fokus bisnis Grup Chandra Asri.

Menurut data IDNFinancials.com, TPIA memang tercatat memiliki 13,89 juta lembar atau 1,48% saham PRDA secara langsung. Kepemilikan ini muncul setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap data pemegang saham di atas 1% pada Maret 2026.

Institusi lain yang turut memiliki lebih dari 1% saham PRDA yaitu Henan Putihrai Sekuritas. Pengelola dana yang kerap dikaitkan dengan Prajogo Pangestu ini, memiliki saham PRDA lewat Reksadana HPAM Ultima Ekutias dengan kepemilikan 1,99% dan Reksadana HPAM Smart Beta Ekuitas 2,62%. 

Sementara pemegang saham pengendali PRDA adalah PT Prodia Utama, dengan kepemilikan 57% dan kepemilikan publik 26%. 

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, PRDL telah memulai periode penawaran 30% sahamnya yang dilepas kepada publik. Dalam aksi korporasi ini, PRDL membidik dana segar hingga Rp62,74 miliar atas penawaran 522,9 juta lembar sahamnya. (KR)