Sundar Pichai: Pendapatan AI dan cloud Google geser dominasi iklan
Senin, 22 Juni 2026
JAKARTA - Alphabet menegaskan perubahan arah bisnisnya dari perusahaan berbasis iklan menjadi pemain utama kecerdasan buatan. Dalam laporan kinerja kuartal I 2026, CEO Sundar Pichai, menyampaikan pergeseran signifikan pada sumber pertumbuhan perusahaan.
"Pendapatan dari produk yang dibangun berdasarkan model AI generasi kami tumbuh hampir 800% dari tahun ke tahun. Solusi AI perusahaan telah menjadi pendorong pertumbuhan utama kami untuk pertama kalinya," seperti dikutip finance.yahoo.
Pernyataan tersebut menandai perubahan struktur bisnis Alphabet, di mana layanan berbasis AI kini menjadi motor utama pertumbuhan, melampaui peran tradisional bisnis periklanan.
Kinerja Google Cloud menjadi sorotan utama dengan pertumbuhan pendapatan 63% menjadi lebih dari US$20 miliar.
Laba operasional segmen ini naik tiga kali lipat menjadi US$6,6 miliar, sementara margin meningkat menjadi 33% dari 18% pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan cloud juga tercatat meningkat selama empat kuartal berturut-turut, dari 32% hingga 63%.
Pichai juga menyoroti lonjakan backlog yang hampir dua kali lipat secara kuartalan menjadi lebih dari US$460 miliar, dari US$155 miliar dua kuartal sebelumnya.
Sekitar lebih dari 50% backlog tersebut diperkirakan akan dikonversi menjadi pendapatan dalam 24 bulan ke depan.
"Pendapatan Google Cloud tumbuh 63% dengan pesanan yang belum terselesaikan hampir berlipat ganda dari kuartal ke kuartal menjadi lebih dari US$460 miliar."
Perusahaan mencatat adanya kontrak bernilai besar dengan beberapa kesepakatan bernilai miliaran dolar serta peningkatan dua kali lipat pada momentum transaksi US$100 juta hingga US$1 miliar secara tahunan.
Di sisi lain, bisnis iklan tetap tumbuh. Pendapatan pencarian dan layanan lainnya naik 19% menjadi US$60,4 miliar, sementara pendapatan iklan YouTube tumbuh 11% menjadi US$9,9 miliar. Pichai menyebut fitur AI Overviews dan AI Mode ikut mendorong pertumbuhan pencarian.
Meski demikian, perusahaan menghadapi keterbatasan kapasitas komputasi. Pichai menyebut permintaan cloud lebih tinggi dari kemampuan pasokan yang tersedia.
"Dalam jangka pendek, kami mengalami keterbatasan daya komputasi. Sebagai contoh, pendapatan Cloud kami akan lebih tinggi jika kami mampu memenuhi permintaan."
Untuk mengatasi hal tersebut, Alphabet meningkatkan belanja modal secara signifikan menjadi US$35,7 miliar pada kuartal tersebut, dengan proyeksi tahunan mencapai US$180–190 miliar. CFO juga memperkirakan belanja 2027 akan lebih tinggi dibanding 2026.
Kondisi ini berdampak pada arus kas bebas yang turun 47% secara tahunan menjadi US$10,1 miliar. Saham GOOGL tercatat naik 17% sepanjang tahun berjalan dan 121% dalam setahun terakhir, mencerminkan optimisme pasar terhadap transisi perusahaan ke bisnis AI.(DH)