Aries Muftie usulkan Apex Takaful untuk lindungi koperasi dan desa

Senin, 22 Juni 2026

image

JAKARTA - Expert Council of the MSME Development Institute (LPUMKM) PP Muhammadiyah, Aries Muftie mengusulkan pembentukan Apex Takaful sebagai lembaga induk perlindungan bagi koperasi, UMKM, dan ekosistem mikrofinance syariah di Indonesia.Menurutnya, keberadaan Apex diperlukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa sekaligus mengurangi risiko ketimpangan ekonomi yang masih terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi nasional."Pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan perlindungan terhadap kelompok masyarakat paling rentan," ujarnya dalam acara Symposium Menara Syariah dan Universiti Utara Malaysia (UUM) bertema Reimagining Takaful for a Sustainable World di Menara Syariah, Pantai Indah Kapuk 2 (PIK) 2, Banten, Senin (22/6).

[[ Apex Takaful adalah lembaga induk (Apex Institution) yang mengoordinasikan, mendukung, dan memberikan perlindungan berbasis takaful (asuransi syariah) kepada jaringan koperasi, UMKM, dan lembaga keuangan mikro syariah. Istilah ini bukan nama lembaga yang sudah resmi berdiri di Indonesia, melainkan sebuah konsep atau usulan kelembagaan.]]

Ia menuturkan Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6%,mun rasio gini telah mendekati 0,4.Dalam ilmu ekonomi, kondisi tersebut dinilai perlu diwaspadai karena mencerminkan ketimpangan yang semakin tinggi.Menurut Aries, pembangunan ekonomi di tingkat desa, pemberdayaan perempuan di wilayah pedesaan, serta keberlangsungan usaha mikro saat ini sangat bergantung pada institusi mikrofinance seperti koperasi dan Baitul Maal wat Tamwil (BMT).Namun kelompok tersebut kerap tidak memperoleh perlindungan yang memadai."Masyarakat kecil, pelaku usaha mikro, dan koperasi sering kali hanya diingat saat terjadi krisis atau menjelang pemilu. Padahal mereka merupakan bagian penting dari perekonomian nasional," ujarnya.Karena itu, ia mengusulkan agar takaful tidak lagi dipandang semata-mata sebagai produk komersial untuk masyarakat perkotaan, melainkan sebagai lembaga apex yang menjadi pusat perlindungan risiko dan penguatan permodalan bagi seluruh ekosistem mikrofinance syariah.Menurut Aries, konsep apex akan menyatukan ribuan kelompok masyarakat dan lembaga keuangan mikro yang selama ini berjalan sendiri-sendiri ke dalam satu sistem perlindungan yang terintegrasi dan kuat.Ia menilai Indonesia tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain karena belum memiliki apex untuk sektor mikrofinance dan koperasi."Di berbagai forum mikrofinans dunia selalu disebutkan bahwa negara yang tidak memiliki apex menunjukkan kurangnya perhatian terhadap perlindungan masyarakat miskin. Indonesia hingga saat ini belum memiliki apex untuk mikrofinance dan koperasi," katanya.Aries menjelaskan sektor perbankan memiliki perlindungan berlapis dari berbagai lembaga, mulai dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, hingga Kementerian Keuangan.Sebaliknya, koperasi belum memiliki sistem perlindungan yang setara sehingga lebih rentan ketika menghadapi krisis.Ia mencontohkan sejumlah koperasi besar mengalami kesulitan saat pandemi Covid-19 karena tidak memiliki lembaga penyangga yang dapat memberikan perlindungan ketika terjadi tekanan keuangan.Dalam kerangka yang diusulkannya, dana yang dihimpun melalui skema takaful dapat diinvestasikan pada instrumen syariah seperti green sukuk atau sukuk hijau.Hasil investasi tersebut kemudian digunakan untuk membiayai perlindungan bagi keluarga rentan, sehingga mereka dapat memperoleh perlindungan tanpa harus menanggung beban biaya yang besar.Selain itu, Aries mengusulkan tata kelola yang melibatkan Dewan Syariah Nasional, komite manajemen risiko, serta perwakilan koperasi dan masyarakat desa.Menurutnya, struktur tersebut penting untuk memastikan apex tetap berorientasi pada perlindungan sosial dan kepentingan masyarakat.Dalam paparannya, Aries juga menyoroti besarnya potensi infrastruktur ekonomi syariah Indonesia. Ia menyebut Indonesia memiliki lebih dari 4.500 BMT dan puluhan ribu pesantren yang dapat menjadi fondasi pengembangan Apex Takaful.Di sisi lain, Malaysia dinilai unggul dalam aspek regulasi dan tata kelola, sementara negara-negara Teluk memiliki kekuatan permodalan yang besar.

Karena itu, Indonesia perlu memanfaatkan kekuatan populasi dan jaringan ekonomi akar rumput yang dimiliki untuk membangun sistem perlindungan yang lebih kuat.Aries memperkirakan pembentukan Apex Takaful akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.Dalam simulasi yang dipaparkannya, konsolidasi 1.000 koperasi dengan 5 juta pengguna mikro dan kontribusi sebesar 0,5% dapat menghasilkan dana sekitar Rp250 miliar.Dana tersebut dapat digunakan untuk melindungi portofolio pembiayaan mikro senilai Rp50 triliun.Selain itu, surplus lebih dari Rp100 miliar dapat dialokasikan kembali ke ekonomi sirkular, termasuk pembiayaan energi surya dan penguatan rantai pasok koperasi.Menurut Aries, kebutuhan pendanaan untuk memperluas perlindungan ke sekitar 83.000 desa di Indonesia diperkirakan mencapai Rp400 triliun secara bertahap.Ia menegaskan bahwa reimajinasi takaful bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif."Kita harus membangun ekosistem keuangan yang memastikan tidak ada desa yang tertinggal, tidak ada koperasi yang tidak terlindungi, dan semangat gotong royong menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi," ujarnya.Aries menambahkan dana perlindungan tersebut harus dapat mengalir hingga ke desa-desa dan koperasi agar mampu menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat serta menciptakan kesejahteraan yang lebih merata. (DK)