IHSG turun 0,98%, investor menanti kepastian MSCI dan UU P2SK
Senin, 22 Juni 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,98% atau 60,45 poin ke 6.116,69 pada perdagangan Senin (22/6), setelah sempat menguat tipis di awal sesi.
Total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 45% menjadi Rp13,49 triliun, dari rata-rata transaksi harian pekan lalu yang mencapai Rp24,8 triliun.
Volume saham yang diperdagangkan di bursa mencapai 22,5 miliar lembar. Sementara sebanyak 450 saham mencatat penurunan harga, 219 saham menguat dan 144 lainnya stagnan.
Analis Phintraco Sekuritas menjelaskan sektor barang baku menghadapi tekanan paling dalam, dengan penurunan 2,49%. Sedangkan sektor energi paling unggul, dengan kenaikan 1,47%.
“Investor cenderung bersikap wait and see menjelang pengumuman mengenai Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.
“Selain itu beberapa isu mengenai UU P2SK menimbulkan ketidakpastian di pasar,” imbuhnya.
Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, mayoritas indeks saham memang menghadapi tekanan, dengan penurunan paling dalam pada PCOMP Filipina yang turun 1,64%. Namun indeks TWSE Taiwan dan KOSPI Korea Selatan tetap unggul dengan kenaikan masing-masing 2,75% dan 0,69%.
Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,22% ke Rp17,843/US$, sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan. Baht Thailand jadi satu-satunya mata uang yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), meskipun hanya 0,17%. (KR)