IBM akuisisi Confluent senilai US$9,3 miliar, mengapa?
Rabu, 10 Desember 2025
WASHINGTON – International Business Machines (NYSE:IBM) resmi menggelontorkan US$9,3 miliar untuk mengakuisisi Confluent (NASDAQ:CFLT), dalam langkah besar yang dinilai dapat membentuk ulang strategi jangka panjang perusahaan di bidang kecerdasan buatan.
IBM akan membayar US$31 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai US$11 miliar termasuk utang. Kesepakatan ini ditargetkan rampung pada pertengahan 2026. Pasar merespons cepat: saham Confluent melonjak hingga 29% ke US$29,86, sementara IBM naik 2,4%. Jika akuisisi dibatalkan, IBM diwajibkan membayar biaya pembatalan sebesar US$453,6 juta.
Akuisisi ini menandai pergeseran semakin dalam IBM dari bisnis perangkat keras lama menuju perangkat lunak dan layanan AI bernilai tinggi.
Menurut finance.yahoo.com, Confluent menyediakan platform real-time data streaming, komponen kritis bagi sistem AI generatif yang membutuhkan aliran data cepat dan berkelanjutan. Teknologinya sudah digunakan berbagai perusahaan global, mulai dari Michelin untuk optimasi inventori secara langsung, hingga Instacart untuk deteksi penipuan dan pemantauan stok produk.
Analis Bloomberg Intelligence menilai akuisisi ini berpotensi memperkuat portofolio AI IBM sekaligus memperluas kontribusi pendapatan perangkat lunaknya, yang kini telah menyumbang hampir separuh total pendapatan perusahaan.
Kesepakatan ini hadir di tengah gelombang investasi AI global, yang sebagian besar berfokus pada pembangunan infrastruktur pusat data dan kapasitas komputasi raksasa. Contohnya pembelian Aligned Data Centers oleh BlackRock senilai US$40 miliar dan kesepakatan Oracle (NYSE:ORCL) menyediakan 4,5 gigawatt kapasitas komputasi untuk OpenAI hingga US$300 miliar.
Berbeda dari tren ‘hardware-heavy’ tersebut, Confluent sejak didirikan pada 2014 oleh mantan insinyur LinkedIn — termasuk CEO Jay Kreps — fokus membangun perangkat lunak streaming yang menjadi tulang punggung arsitektur data modern. Meski sahamnya sempat turun 17% sejak awal tahun dan jauh dari puncak intraday November 2021 di US$94,97, teknologi inti Confluent tetap dianggap sangat strategis.
IBM sendiri telah konsisten memperkuat posisi di dunia AI melalui akuisisi perangkat lunak bernilai besar, termasuk HashiCorp senilai US$6,4 miliar. Kerja sama jangka panjang dengan Confluent dipandang akan membuka jalan bagi pendapatan berulang yang lebih stabil seiring percepatan adopsi AI enterprise.
Saat berbagai raksasa teknologi berlomba membangun pusat data raksasa, IBM justru memilih jalur berbeda: memperkuat lapisan data, bukan infrastruktur fisik. Bagi IBM, fondasi data real-time jauh lebih strategis bagi masa depan AI dibanding investasi besar-besaran pada data center.
Pilihan ini selaras dengan pandangan CEO IBM Arvind Krishna, yang meragukan kelayakan finansial ledakan investasi pusat data AI yang kini menelan biaya triliunan dolar. Dalam podcast Decoder, ia menilai bahwa dengan biaya sekitar US$80 miliar untuk membangun kapasitas 1 gigawatt, sulit bagi perusahaan mana pun memperoleh pengembalian modal yang masuk akal.
Dikutip dari businessinsider.com (02/12), Krishna menghitung bahwa satu perusahaan yang membangun 20–30 gigawatt pusat data membutuhkan sekitar US$1,5 triliun, sementara total komitmen industri yang ia perkirakan mencapai 100 gigawatt bernilai US$8 triliun. “Belanja modal sebesar US$8 triliun berarti Anda membutuhkan laba sekitar US$800 miliar hanya untuk membayar bunga,” ujarnya. Ia juga menyoroti depresiasi cepat chip AI: “Anda harus menggunakan semuanya dalam lima tahun karena setelah itu Anda harus membuangnya dan menggantinya.”
Pandangan tersebut menjelaskan mengapa IBM lebih memilih mengakuisisi Confluent dibanding ikut berebut membangun infrastruktur fisik dalam skala ekstrem.
Apakah Confluent itu?
Confluent adalah perusahaan pionir dalam teknologi real-time data streaming, yang lahir dari proyek Apache Kafka di LinkedIn, salah satu teknologi data paling berpengaruh dekade ini.
AI generatif tidak hanya membutuhkan data, tetapi membutuhkan aliran data langsung dari transaksi, sensor, mesin produksi, aplikasi mobile, hingga log sistem. Tanpa streaming, AI hanya menerima kondisi masa lalu (batch data), bukan kondisi nyata.
Confluent menyediakan infrastruktur untuk menangkap data dalam hitungan milidetik mengolahnya secara terus-menerus, dan mengalirkannya ke aplikasi AI secara real time.
IDC memperkirakan akan muncul lebih dari satu miliar aplikasi logis baru pada tahun 2028, yang akan membentuk ulang arsitektur teknologi di berbagai industri. Untuk menghasilkan dampak yang meningkatkan produktivitas operasional, aplikasi-aplikasi ini, termasuk agen AI, membutuhkan akses terhadap data yang saling terhubung dan tepercaya secara real time.
IBM dan Confluent akan memungkinkan integrasi menyeluruh antara aplikasi, analitik, sistem data, dan agen AI untuk menghadirkan kecerdasan dan ketahanan dalam lingkungan hybrid cloud.
“IBM dan Confluent bersama-sama akan memungkinkan perusahaan menerapkan AI generatif dan agentic dengan lebih baik dan lebih cepat, dengan menyediakan aliran data dan komunikasi tepercaya antar-lingkungan, aplikasi, dan API. Data tersebar di cloud publik, cloud privat, pusat data, serta berbagai penyedia teknologi,” ujar Arvind Krishna seperti dikutip dari rilis yang tercanrum di newsroom.ibm.com (8/12)
Dia menambahkan: “Dengan akuisisi Confluent, IBM akan menyediakan platform data cerdas untuk IT enterprise, yang dirancang khusus untuk AI.”
Jay Kreps, CEO & Co-founder Confluent menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya, Confluent telah membantu organisasi membuka potensi penuh data mereka, mendorong inovasi di lanskap IT yang semakin kompleks. "Kami menyediakan platform data streaming real time untuk era teknologi berikutnya, termasuk AI generatif dan agentic.”
“Kami antusias dengan peluang untuk bergabung dengan IBM dan mempercepat strategi kami melalui keahlian go-to-market, skala global, dan portofolio luas milik IBM. Saya menantikan masa depan yang akan kita bangun bersama ketika Confluent menjadi bagian dari IBM.”
Sifat real-time dari platform Confluent sangat penting bagi organisasi yang memanfaatkan data yang tersebar di seluruh lingkungan IT.
Confluent menjawab tantangan teknologi dan data saat ini dalam mempersiapkan data untuk AI, menjaga data tetap bersih dan terhubung di berbagai sistem dan aplikasi, serta menghilangkan silo yang melekat pada agentic AI. Dalam empat tahun terakhir saja, total pasar yang dapat digarap Confluent (total addressable market/TAM) telah berlipat dari US$50 miliar menjadi US$100 miliar pada 2025.
Kapabilitas streaming data dan event real-time milik Confluent, dikombinasikan dengan perangkat lunak infrastruktur AI dan solusi Otomasi IBM, akan menempatkan kedua perusahaan pada posisi yang lebih kuat untuk menangkap peluang tersebut. (DK/MT)