Ethereum anjlok 63% dari puncak, masih layak dibeli?
Selasa, 23 Juni 2026
NEW YORK - Harga ethereum telah turun sekitar 63% dari rekor tertingginya, tetapi sejumlah analis menilai aset kripto tersebut masih memiliki peluang untuk rebound jika dua katalis utama yang kini dinantikan pasar benar-benar terwujud.
Dikutip dari The Motley Fool, dua faktor yang disebut berpotensi mengangkat kembali nilai ethereum adalah pengesahan Clarity Act di Amerika Serikat dan peluncuran upgrade blockchain baru bernama Glamsterdam yang dijadwalkan pada kuartal ketiga 2026.
Ethereum dinilai masih unggul jauh sebagai blockchain utama untuk sektor decentralized finance (DeFi). Karena itu, pengesahan Clarity Act berpotensi mempermudah institusi keuangan mengintegrasikan teknologi blockchain ethereum ke infrastruktur keuangan mereka sendiri.
Di sektor seperti stablecoin dan tokenisasi aset, dua area di mana ethereum masih menjadi pemimpin pasar, perluasan penggunaan dinilai bisa langsung memengaruhi cara investor menilai aset tersebut.
Katalis lain yang disorot adalah upgrade blockchain baru bernama Glamsterdam yang saat ini dijadwalkan meluncur pada kuartal ketiga 2026. Seperti upgrade-upgrade ethereum sebelumnya, pembaruan ini ditujukan untuk meningkatkan kecepatan, menekan biaya, dan memperbaiki efisiensi jaringan.
Sejumlah pihak menilai kecepatan pemrosesan blockchain ethereum dapat naik hingga 10.000 transaksi per detik, bahkan berpotensi lebih tinggi. Jika itu tercapai, ethereum akan mampu menyaingi jaringan blockchain berkecepatan tinggi lain seperti solana.
Upgrade ini juga dinilai dapat mengalihkan lebih banyak proses penciptaan nilai dari jaringan Layer 2 yang berjalan di atas ethereum kembali ke blockchain inti ethereum. Hal itu dianggap penting karena dalam 18 bulan terakhir, banyak nilai ekonomi justru dinikmati jaringan Layer 2, bukan ethereum sebagai blockchain utama.
Meski demikian, masih ada banyak hal yang harus berjalan sesuai harapan sebelum ethereum bisa melonjak tajam. Clarity Act masih berpotensi tersendat dalam tarik-ulur politik di Washington dan bisa tertunda hingga akhir 2026 atau awal 2027. Sementara itu, upgrade Glamsterdam juga belum tentu menghasilkan peningkatan kecepatan setinggi yang diharapkan pasar.
Namun, sejumlah analis tetap memasang target optimistis untuk ethereum. Standard Chartered, misalnya, menilai ethereum berpotensi mencapai US$40.000 pada akhir 2030. Dengan harga ethereum yang kini berada di kisaran US$1.825, proyeksi tersebut berarti potensi kenaikan lebih dari 20 kali lipat.
Setidaknya, ethereum dinilai masih berpeluang kembali menguji level US$5.000. Pada harga saat ini yang telah terdiskon dalam, aset kripto itu oleh sebagian analis mulai dipandang kembali menarik untuk dibeli, terutama bagi investor jangka panjang yang siap menghadapi volatilitas tinggi. (ARF)