Swedia rekomendasikan Euni Eropa tolak FSD Tesla

Selasa, 23 Juni 2026

image

STOCKHOLM - Otoritas transportasi Swedia merekomendasikan agar Uni Eropa menolak peluncuran luas perangkat lunak Full Self-Driving (Supervised) milik Tesla jika perusahaan tidak menonaktifkan fitur yang memungkinkan kendaraan melampaui batas kecepatan yang berlaku.

 Dikutip dari Reuters, rekomendasi tersebut tertuang dalam surat tertanggal 30 April yang sebelumnya belum pernah dilaporkan. Surat itu dikirim Swedish Transport Administration (TRV) kepada Technical Committee on Motor Vehicles (TCMV) Uni Eropa, yang dijadwalkan kembali bertemu pada 30 Juni untuk membahas isu tersebut sebelum pemungutan suara dilakukan pada tahap berikutnya.

Dalam surat itu, TRV menyatakan fitur Full Self-Driving (Supervised) Tesla seharusnya tidak disetujui untuk digunakan di jalan-jalan Uni Eropa selama sistem tersebut masih memungkinkan kendaraan melampaui batas kecepatan yang ditetapkan.

Tesla saat ini telah mengantongi persetujuan FSD di sejumlah negara Eropa. Sistem tersebut memungkinkan mobil mengemudi sendiri di jalan kota maupun jalan tol di bawah pengawasan pengemudi.

Jika mendapat persetujuan di seluruh Uni Eropa, teknologi itu dapat memperkuat penjualan Tesla di kawasan tersebut di tengah meningkatnya persaingan dari produsen kendaraan listrik asal China.

 Dalam buku panduannya, Tesla menyebut pengemudi tidak boleh sepenuhnya bergantung pada sistem dalam urusan batas kecepatan dan tetap harus mengemudi dengan kecepatan aman sesuai kondisi lalu lintas dan jalan.

 Namun, FSD tetap memungkinkan pengguna mengatur Speed Offset, yakni fitur yang membuat kendaraan dapat melaju di atas batas kecepatan sesuai margin yang ditentukan pengemudi.

 TRV menilai fitur tersebut berisiko melemahkan kerangka hukum lalu lintas sekaligus mengurangi manfaat keselamatan yang seharusnya ditawarkan oleh otomatisasi kendaraan.

 “Jika fitur itu tidak dihapus, Swedish Transport Administration merekomendasikan agar TCMV memberikan suara menolak usulan penerapan teknologi tersebut,” demikian isi surat tersebut.

 Regulator Swedia masih mematangkan posisi resmi

 Dokumen internal yang ditinjau Reuters menunjukkan Swedish Transport Agency (STA), otoritas persetujuan tipe kendaraan nasional Swedia, juga telah menyampaikan kekhawatiran kepada Tesla dan regulator Belanda, RDW, termasuk dalam pertemuan selama dua jam pada 4 Juni.

 RDW sendiri telah menyetujui penggunaan FSD pada April dan mendukung peluncuran sistem tersebut di seluruh Uni Eropa.

 Juru Bicara TRV mengatakan posisi lembaganya tidak berubah sejak surat pada April dan sejalan dengan pandangan STA. Menurut dia, perwakilan Swedia di TCMV hanya akan mendukung FSD jika fitur yang memungkinkan kendaraan melampaui batas kecepatan itu dihapus.

 Meski demikian, STA menyatakan pembahasan di komite Uni Eropa masih berlangsung dan pihaknya masih mengkaji isu tersebut untuk menetapkan posisi resmi Swedia.

 Sejumlah negara Nordik ikut menyuarakan kekhawatiran

 Tesla menggunakan kamera dan data peta untuk mendeteksi batas kecepatan. Di Amerika Serikat, sistem FSD dapat melampaui batas tersebut dan menawarkan sejumlah mode berkendara seperti Sloth, Chill, Standard, Hurry, dan Mad Max.

 Pilihan itu tidak tersedia di Eropa. Sebagai gantinya, Tesla menawarkan fitur Contextual Max Speed yang menyesuaikan kecepatan dengan arus lalu lintas, serta Speed Offset yang memungkinkan kendaraan melaju di atas batas legal.

 Selain Swedia, sejumlah negara Nordik lain seperti Finlandia dan Norwegia juga telah menyampaikan kekhawatiran serupa. Namun, Lituania, Estonia, Denmark, dan Belgia belakangan mengizinkan FSD, mengikuti langkah Belanda.

 Seorang pejabat transportasi Estonia mengatakan persoalan pelampauan batas kecepatan tetap menjadi perhatian, tetapi negaranya menyetujui FSD karena tanggung jawab akhir tetap berada di tangan pengemudi dalam sistem yang diawasi tersebut. Estonia sendiri belum memutuskan bagaimana akan memberikan suara.

Otoritas jalan Denmark juga menyatakan pengemudi tetap memegang tanggung jawab penuh saat menggunakan FSD, termasuk untuk mematuhi batas kecepatan.

Persetujuan di tingkat Uni Eropa mensyaratkan dukungan mayoritas berkualifikasi, yakni minimal 15 dari 27 negara anggota yang mewakili setidaknya 65% populasi blok tersebut.

 Jika proposal itu ditolak, persetujuan sementara yang diberikan regulator Belanda akan gugur setelah enam bulan, dan izin nasional lain yang mengacu pada persetujuan tersebut juga akan dicabut, menurut otoritas jalan Denmark. (ARF)