PM Inggris Keir Starmer mengundurkan diri

Senin, 22 Juni 2026

image

LONDON - Keir Starmer menahan air mata saat mengumumkan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri Inggris pada Senin (22/6).

Dikutip dari The Independent, Starmer tampak emosional ketika menyampaikan keputusannya untuk mundur. Ia menyebut masa jabatannya sebagai perdana menteri sebagai “momen paling membanggakan dalam hidup saya”.

Berbicara dari Downing Street, Starmer menyampaikan terima kasih kepada staf di kantor Perdana Menteri serta aparatur sipil Inggris yang menurutnya telah mendedikasikan hidup mereka untuk pelayanan publik.

“Saya ingin berterima kasih kepada staf nomor 10 yang luar biasa dan Civil Service negara kami yang luar biasa, yang mendedikasikan hidup mereka untuk pelayanan publik,” ujarnya.

Ia juga mengatakan setelah meninggalkan jabatan tertinggi di pemerintahan Inggris, ia ingin lebih banyak meluangkan waktu untuk keluarganya.

“Dan ketika saya meninggalkan pekerjaan terbesar di negara ini, saya akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk pekerjaan yang paling penting, menjadi suami terbaik bagi istri saya yang luar biasa, Vic, yang selalu menjadi penopang saya dalam masa senang maupun sulit, serta menjadi ayah terbaik bagi anak-anak saya yang indah, yang menjadi kebanggaan dan kebahagiaan saya,” kata Starmer.

Seperti diketahui popularitas Starmer merosot tajam akibat ketidakpuasan publik terhadap ekonomi, biaya hidup, dan masalah layanan publik, meski ia sebelumnya membawa Partai Buruh menang besar pada pemilu Juli 2024. 

Sekitar 100 anggota parlemen Partai Buruh  menulis surat resmi memintanya mundur, setelah partai kehilangan lebih dari 1.000 kursi dewan dalam pemilu lokal Mei. Lonjakan harga minyak akibat konflik AS-Iran turut mempercepat momentum pengunduran dirinya, karena itu jadi ujian fiskal besar bagi pemerintahannya. (ARF)