IHSG rawan koreksi lanjutan, investor tunggu kepastian MSCI
Selasa, 23 Juni 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (23/6), di tengah sikap wait and see investor menjelang pengumuman Annual Market Classification Review oleh MSCI pada 24 Juni 2026.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai sentimen negatif datang dari pelemahan mayoritas indeks saham di Wall Street pada Senin, berlanjutnya aksi jual investor asing, serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Namun di sisi lain, kenaikan harga sejumlah komoditas dinilai berpotensi menjadi penopang bagi IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.015/5.915 dan resist 6.218/6.320,” jelas analis CGS International Sekuritas.
Sebelumnya pada perdagangan Senin (22/6), IHSG melemah 0,98% ke level 6.116,69 setelah sempat bergerak di zona hijau pada awal sesi.
Analis Phintraco Sekuritas menilai investor cenderung menahan posisi menjelang pengumuman MSCI, untuk memastikan apakah Indonesia tetap bertahan di Emerging Market. Selain itu, pasar juga dinilai menantikan hasil peninjauan peringkat kredit Indonesia oleh S&P Global.
Dari sisi teknikal, analis Phintraco menilai IHSG berada di bawah rata-rata pergerakan lima hari atau MA5, namun masih bertahan di atas MA10 dan MA20. Histogram MACD masih berada di area positif, sementara indikator Stochastic RSI melanjutkan pembalikan arah menuju area pivot.
Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis 6.000 apabila ditutup di bawah 6.100. “Namun jika masih bertahan ditutup di atas level 6.100, diperkirakan konsolidasi IHSG masih akan berlanjut di kisaran 6.050-6.220,” jelas analis Phintraco Sekuritas.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas menilai pasar juga mencermati sejumlah ketidakpastian terkait implementasi perubahan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), termasuk ketentuan yang mewajibkan Bank Indonesia (BI) mendapat persetujuan dari DPR atas anggaran tahunannya.
Secara teknikal, IHSG dinilai masih bergerak di area konsolidasi dengan kecenderungan terbatas. “Selama bertahan di atas area support 6.070–5.930, peluang rebound masih terbuka dengan target resistance 6.300–6.350,” jelas analis BRI Danareksa Sekuritas. (KR)