India tetap membeli minyak Rusia di tengah sanksi AS

Rabu, 10 Desember 2025

image

WASHINGTON - India berencana melanjutkan pembelian minyak murah dari Rusia meski perusahaan energi utama Rusia dikenai sanksi oleh Amerika Serikat dan Eropa.Pekan lalu, Perdana Menteri Narendra Modi bertemu Presiden Vladimir Putin dalam KTT bilateral India–Rusia di New Delhi. Dalam pertemuan itu, Putin menegaskan bahwa Moskow siap memasok energi ke India tanpa hambatan.India, konsumen minyak Rusia terbesar kedua setelah Tiongkok, menghadapi tekanan kuat dari Washington agar menghentikan pembelian tersebut.Awal tahun ini, pemerintahan Presiden Donald Trump menggandakan tarif perdagangan untuk produk India menjadi 50 persen, sebagian terkait impor minyak Rusia.Seperti dikutip aljazeera.com, sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, minyak Rusia hanya menyumbang sekitar 2,5 persen dari total impor minyak India.Namun setelah perang pecah dan Barat menjatuhkan lebih dari 21.000 sanksi pada Moskow, Rusia menawarkan minyak mentah dengan harga sangat murah.Sejak G7, Uni Eropa, dan Australia menetapkan batas harga minyak Rusia sebesar US$60 per barel, kemudian diturunkan menjadi sekitar US$48 oleh UE dan Inggris, India dan Tiongkok semakin tertarik membeli minyak Rusia.Pada Maret 2022, harga diskon Rusia bahkan sempat turun hingga US$35 per barel, jauh di bawah harga Brent yang kini sekitar US$62,50.Pembelian minyak India dari Rusia mencapai rekor US$5,8 miliar pada Oktober 2024, tetapi turun setelah AS menjatuhkan sanksi baru terhadap ratusan individu dan perusahaan Rusia, termasuk pemilik kapal dan pedagang minyak.Pada Desember 2024, impor India turun menjadi US$3,2 miliar, sebelum naik lagi ke US$3,6 miliar pada Januari 2025. Setelah itu, volume impor berfluktuasi.Para pejabat AS, termasuk penasihat Trump Peter Navarro, menuduh India membantu mendanai perang Rusia di Ukraina.AS kemudian menggandakan tarif perdagangan untuk India sebagai tekanan tambahan. Trump sempat mengklaim Modi berjanji menghentikan pembelian minyak Rusia, namun Putin menepis pernyataan itu, sambil menyoroti fakta bahwa AS sendiri masih mengimpor bahan bakar nuklir Rusia, senilai US$1,2 miliar pada 2023.Putin menegaskan bahwa jika AS berhak membeli energi dari Rusia, India juga berhak menikmati “hak istimewa yang sama.” (DK)