Iran banjiri minyak global jelang pelonggaran sanksi AS

Selasa, 23 Juni 2026

image

TEHERAN - Iran kembali membanjiri pasar minyak global dengan pasokan minyak mentah dalam jumlah besar, tepat ketika Amerika Serikat memberikan pengecualian sementara atas sanksi yang memungkinkan lebih banyak negara membeli minyak tersebut.

Seperti dikutip Bloomberg, lebih dari 30 juta barel minyak dikirim ke Asia dalam sepekan terakhir. 

Volume tersebut mencakup minyak yang sebelumnya tertahan akibat blokade AS, serta ekspor dari Pulau Kharg—fasilitas ekspor utama Iran di bagian utara Teluk Persia.

Lonjakan ekspor ini diperkirakan bersifat sementara. Sebagian besar pengiriman merupakan pelepasan kargo yang sebelumnya tertahan, sehingga laju ekspor kemungkinan akan kembali menurun. 

Saat ini, tingkat pengiriman sekitar 2 juta barel per hari tergolong tinggi bagi Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, dalam jangka pendek, lonjakan ini dapat memberi keuntungan bagi Tehran karena meningkatnya penjualan, meski dengan diskon harga yang lebih kecil, seiring potensi perluasan basis pembeli akibat pelonggaran sanksi.

Masih ada kemungkinan tambahan pengiriman sebelum ekspor kembali melambat.

Sekitar 20 kapal tanker masih berlabuh di timur Pulau Kharg, yang baru saja kembali melakukan aktivitas pemuatan setelah terhenti selama enam minggu. 

Selain itu, sejumlah kapal yang terkait dengan Iran yang sebelumnya menunggu di sekitar Pakistan dan Sri Lanka juga mulai bergerak menuju Teluk Persia untuk mengambil muatan berikutnya.

Departemen Keuangan AS pada Senin memberikan pengecualian sanksi terhadap pembelian minyak mentah Iran hingga 21 Agustus, sebagai bagian dari periode 60 hari yang digunakan Washington dan Tehran untuk merundingkan kesepakatan damai permanen.

Pengecualian ini secara teori memungkinkan hampir semua pihak untuk membeli dan membayar minyak Iran, termasuk kilang di Amerika Serikat. 

Namun dalam praktiknya, Uni Eropa masih memiliki sanksi sendiri, sementara beberapa negara lain mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk memulihkan hubungan dagang yang sempat terhenti selama bertahun-tahun. (DK)