Kas tembus Rp1.801 triliun, SpaceX tetap berburu dana utang

Selasa, 23 Juni 2026

image

JAKARTA - Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, mulai merambah pasar obligasi hanya beberapa hari setelah mencatatkan saham perdananya di Nasdaq.

Seperti dikutip Reuters, langkah ini dilakukan ketika perusahaan memiliki cadangan kas lebih dari US$100 miliar dan tengah mempercepat ekspansi di sektor kecerdasan buatan (AI) serta pengembangan roket generasi terbaru.

Penerbitan surat utang tersebut menandai strategi SpaceX untuk merombak struktur pendanaannya dengan mengganti fasilitas pembiayaan jangka pendek (bridge loan) menjadi utang berjangka lebih panjang.

SpaceX resmi melantai di bursa pada 12 Juni 2026 setelah menghimpun dana US$85,7 miliar melalui penawaran umum perdana saham (IPO), menjadikannya salah satu perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia. Elon Musk tetap memegang kendali kuat dengan menguasai 82% hak suara pasca-IPO.

"Dengan Musk mempertahankan kendali suara mayoritas super melalui struktur dua kelas, penerbitan obligasi menjaga kepemilikan ekonomi tetap utuh bagi pemegang saham yang ada tanpa penerbitan saham baru," kata CEO 50 Park Investments, Adam Sarhan.

"Pilihan utang ini dibandingkan ekuitas tambahan jelas memprioritaskan untuk menghindari pengenceran saham lebih lanjut," ujarnya.

Keputusan menerbitkan obligasi dinilai sebagai upaya menghindari dilusi kepemilikan pemegang saham sekaligus menjaga kontrol Musk atas perusahaan.

Di sisi operasional, SpaceX terus meningkatkan investasi untuk pembangunan infrastruktur AI dan pengembangan roket Starship generasi terbaru. Belanja besar tersebut memberi tekanan terhadap profitabilitas meski bisnis internet satelit Starlink masih mencatatkan pertumbuhan yang kuat.

Pendapatan perusahaan melonjak 33% menjadi US$18,67 miliar sepanjang tahun lalu. Namun, SpaceX masih membukukan rugi bersih akibat tingginya belanja modal serta integrasi perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, xAI.

Dalam prospektus IPO, SpaceX melaporkan posisi kas dan setara kas mencapai US$15,9 miliar pada akhir Maret 2026. Setelah IPO, total cadangan kas perusahaan meningkat menjadi US$100,8 miliar.

Perusahaan belum mengungkap nilai maupun tingkat kupon obligasi yang ditawarkan. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk kebutuhan korporasi umum, melunasi fasilitas bridge loan, serta membayar biaya terkait transaksi.

Secara terpisah, SpaceX juga menandatangani kerja sama dengan Reflection AI untuk menyediakan kapasitas komputasi tambahan melalui pusat data Colossus 2 milik Musk. CNBC melaporkan nilai kontrak tersebut dapat mencapai US$6,3 miliar.

Sebagai informasi, pekan lalu, Moody's memberikan peringkat "Baa1", sementara Fitch menetapkan peringkat "BBB+", yang menempatkan surat utang perusahaan dalam kategori investment grade.(DH)