Inggris kejar kesepakatan baja dengan UE jelang batas waktu 1 Juli

Selasa, 23 Juni 2026

image

NEW YORK - Pembicaraan dengan Uni Eropa (UE) mengenai baja berpotensi berlangsung hingga detik-detik terakhir menjelang tenggat akhir bulan ini, ketika Inggris harus mengganti kebijakan perlindungan impor baja yang berlaku saat ini. 

Seperti dikutip Reuters, hal itu disampaikan Menteri Industri Inggris, Chris McDonald, pada Senin, sembari meminta maaf kepada pelaku usaha atas ketidakpastian yang terjadi.

Aturan perdagangan baja Inggris yang berasal dari era sebelum Brexit akan berakhir pada 30 Juni. 

Pemerintah Inggris telah mengindikasikan aturan tersebut akan digantikan dengan kebijakan baru yang mengurangi kuota impor baja bebas tarif serta menggandakan tarif untuk impor yang melebihi kuota tersebut.

Namun, rincian kebijakan baru itu masih dalam tahap finalisasi. 

Inggris juga masih melakukan pembahasan akses pasar dengan Uni Eropa, yang pada saat bersamaan sedang memperbarui kebijakan perdagangan bajanya sendiri di tengah kekhawatiran terhadap praktik dumping sebelum aturan yang berlaku saat ini berakhir bulan depan.

“Pengalaman menunjukkan bahwa negosiasi dengan Uni Eropa sering kali berlangsung hingga saat-saat terakhir,” kata McDonald kepada Reuters. 

Ia menambahkan pemerintah yakin dapat mencapai suatu kesepakatan tepat waktu.

“Saya hanya bisa meminta maaf kepada pelaku usaha yang menghadapi ketidakpastian ini. Namun yakinlah, semuanya harus selesai sebelum 1 Juli,” ujarnya.

Sebelumnya, para menteri Inggris menyatakan Inggris dan Uni Eropa seharusnya dapat menyepakati pengecualian yang saling menguntungkan terhadap kebijakan perdagangan baja masing-masing.

McDonald, yang menjabat sebagai menteri junior di Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris, menegaskan tidak ada kemungkinan tenggat 1 Juli diundur. 

Menurutnya, jika Inggris tidak mengambil tindakan, negara itu berisiko menjadi tujuan utama pembuangan baja bersubsidi dari berbagai negara yang dapat menghancurkan industri baja domestik dalam waktu singkat.

Inggris, Uni Eropa, dan sejumlah negara lain saat ini memperkuat perlindungan bagi produsen baja dalam negeri karena meningkatnya kekhawatiran terhadap praktik dumping baja bersubsidi tinggi dari negara-negara seperti China.

McDonald mengatakan pemerintah tetap berupaya memberikan pesan “kontinuitas dan kepastian” kepada pelaku usaha, meskipun situasi politik dalam negeri bergejolak setelah pengumuman jadwal pengunduran diri Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada hari yang sama. (DK)