Iran bantah wajib beli produk AS dari dana aset yang dicairkan

Selasa, 23 Juni 2026

image

TEHERAN - Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki kewajiban untuk membeli produk pertanian Amerika Serikat (AS) sebagai syarat pencairan aset Iran yang dibekukan.

"Berdasarkan memorandum yang telah ditandatangani, tidak ada kewajiban untuk membeli input pertanian dari Amerika Serikat," ujar Hemmati kepada kantor berita Tasnim, Senin (22/6).

Seperti dikutip ANTARA, Hemmati menjelaskan bahwa mekanisme penggunaan tahap awal dana senilai US$6 miliar yang dibebaskan mengacu pada kesepakatan antara Iran dan AS pada 2023. 

Dana tersebut ditujukan untuk pembelian barang-barang esensial, termasuk kebutuhan pokok dan obat-obatan.

Meski demikian, ia mengatakan Iran tetap dapat membeli produk pertanian asal AS apabila harga dan kualitasnya dinilai lebih kompetitif dibandingkan penawaran dari negara lain.

Menurut Hemmati, Iran setiap tahun mengimpor barang kebutuhan dasar dan obat-obatan bernilai miliaran dolar. 

Karena itu, prioritas utama pemerintah adalah memperoleh akses terhadap cadangan devisa miliknya yang selama ini dibekukan.

Ia juga menambahkan bahwa aset Iran lainnya yang masih diblokir tidak harus dibatasi hanya untuk pembelian barang esensial. 

Dana tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk membeli berbagai produk lain yang tidak terkena sanksi internasional.

Pernyataan Hemmati disampaikan setelah Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa dana Iran yang dicairkan dalam kesepakatan mendatang dengan Washington akan kembali ke AS melalui pembelian bahan pangan.

"Semua uang itu akan kembali dalam bentuk pembelian makanan yang sangat mereka butuhkan," kata Trump kepada wartawan pada Senin (22/6).

Trump juga mengklaim bahwa Iran, yang memiliki sekitar 91 juta penduduk, tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya sendiri. (DK)