Piala Dunia 2026 dongkrak ekonomi global hingga US$45 miliar

Selasa, 23 Juni 2026

image

JAKARTA - Piala Dunia FIFA 2026 diproyeksikan menjadi salah satu ajang olahraga dengan dampak ekonomi terbesar dalam sejarah modern, dengan potensi dorongan terhadap ekonomi global mencapai US$45 miliar, menurut laporan analis Bank of America.

Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu diperkirakan memberikan kontribusi sekitar US$19 miliar terhadap PDB Amerika Serikat, didorong oleh lonjakan belanja konsumen selama periode penyelenggaraan.

“Secara ekonomi, semua aktivitas ini saling berkaitan,” kata Kepala Solusi Multi-Aset Federated Hermes, Damian McIntyre, seperti dikutip dari NYPost.

Bank of America mencatat, dampak ekonomi Piala Dunia akan berasal dari peningkatan aktivitas lintas sektor seperti transportasi, retail, hiburan, hingga layanan publik.

Turnamen ini diperkirakan memicu miliaran dolar tambahan belanja konsumen di Amerika Serikat, terutama selama periode pertandingan yang berlangsung selama beberapa minggu.

Di wilayah New York dan New Jersey, komite tuan rumah memperkirakan dampak ekonomi mencapai US$3,3 miliar dengan dukungan sekitar 26.000 lapangan kerja di kawasan tersebut.

Berbeda dengan konser yang hanya berlangsung satu atau dua malam, Piala Dunia menciptakan siklus ekonomi jangka pendek yang lebih panjang dan masif, dengan perputaran uang yang tersebar di berbagai kota penyelenggara.

Selain dampak ekonomi riil, Piala Dunia 2026 juga menjadi salah satu event komersial terbesar di sektor media dan industri taruhan global.

Barron’s melaporkan bahwa turnamen ini berpotensi menjadi event taruhan terbesar dalam sejarah, di tengah meningkatnya aktivitas pasar prediksi dan regulasi yang semakin ketat di industri perjudian olahraga.

Hingga saat ini, sekitar US$2,7 miliar telah dipertaruhkan melalui pasar prediksi terkait juara turnamen. Negara-negara seperti Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina menjadi favorit utama di pasar taruhan global.

Sementara itu, Amerika Serikat hanya memiliki peluang sekitar 2% untuk menjadi juara, meski berstatus tuan rumah di sebagian besar pertandingan.

Sektor pariwisata diperkirakan menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari Piala Dunia 2026, seiring masuknya jutaan wisatawan ke kota-kota tuan rumah.

Aktivitas ekonomi akan terkonsentrasi pada hotel, restoran, transportasi udara, layanan ride-sharing, hingga pusat perbelanjaan.

Fenomena ini sering disebut sebagai efek “Swiftonomics”, merujuk pada dampak ekonomi tur konser Taylor Swift yang menciptakan lonjakan belanja di kota-kota penyelenggara.

Tingkat hunian hotel selama akhir pekan konser melonjak hampir 10 poin persentase di atas tingkat normal, sementara tarif kamar harian rata-rata naik 23%.

Di Pittsburgh, konser Taylor Swift sebelumnya menghasilkan sekitar US$46 juta belanja langsung, sementara Cincinnati mencatat US$92 juta total konsumsi terkait event tersebut.

Meski demikian, para ekonom mengingatkan bahwa tidak semua belanja langsung menjadi kontribusi ekonomi bersih, karena sebagian pendapatan mengalir ke pihak luar seperti promotor dan penyedia layanan.(DH)