Dorong sertifikasi barista, BI perkuat ekonomi kopi
Selasa, 23 Juni 2026
JAKARTA - Bank Indonesia menargetkan penguatan industri kopi nasional dengan potensi nilai ekonomi mencapai US$12,5 miliar atau sekitar Rp222,8 triliun (asumsi kurs Rp17.830 per dolar AS) melalui Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk Penciptaan Lapangan Kerja dan Ekonomi Kerakyatan 2026.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan sektor kopi dipilih sebagai salah satu fokus utama karena memiliki rantai nilai yang luas, mulai dari petani hingga industri hilir, serta peluang ekspor yang besar.
"Potensinya adalah US$12,5 miliar untuk pendapatannya," ujar Perry dalam acara Kick Off Program Transformasi kewirausahaan UMKM Terpadu Untuk Penciptaan lapangan Kerja dan Ekonomi Kerakyatan 2026 di Kantor BI, Jakarta, seperti dikutip dari CNNindonesia.
Perry mengungkapkan Indonesia memiliki sekitar 923 ribu barista, namun yang telah memiliki sertifikasi internasional masih sangat terbatas.
"Sekarang itu ada 923 ribu barista. Berapa yang sertifikasi internasional? Cuma sekitar 100," katanya.
Untuk meningkatkan kualitas SDM, BI menargetkan pencetakan 400 barista bersertifikat internasional setiap tahun melalui program unggulan Cangkir Barista.
"Melalui program ini, setiap tahun kita akan targetkan 400 barista yang tersertifikasi internasional. Empat kali lipat dari yang sudah ada," ujar Perry.
Para peserta akan mendapatkan pelatihan kewirausahaan sekaligus keterampilan teknis sebagai barista, sebelum terjun langsung ke industri kopi nasional.
Selain itu, BI juga mendorong penguatan kemitraan antara barista dan petani kopi untuk meningkatkan kualitas bahan baku dan memperkuat rantai pasok.
"Kami minta satu, carilah produksi kopi dari petani yang terbagus dan didiklah petani itu. Cara memilih buahnya, cara mengeringkannya, cara memilah kualitasnya," ujarnya.
Perry menegaskan peningkatan kapasitas petani menjadi kunci agar kopi Indonesia mampu memenuhi standar pasar global dan memberikan nilai tambah lebih besar di seluruh rantai industri.
Ia juga menilai sektor kopi berpotensi menjadi motor ekonomi kerakyatan di tengah ketidakpastian global.
"Kopi Indonesia luar biasa potensinya untuk menembus pasar global," katanya.
Program Cangkir Barista menjadi salah satu dari empat program unggulan BI dalam Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026.
Tiga program lainnya meliputi Citra Nusantara untuk wastra, Air Berkah Indonesia untuk usaha air minum dalam kemasan berbasis pesantren, serta Tani Berkah yang berfokus pada pengembangan pertanian berbasis green farming.(DH)