Goldman Sachs: Lonjakan EV bisa tekan permintaan minyak

Selasa, 23 Juni 2026

image

JAKARTA - Goldman Sachs memperkirakan percepatan adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) setelah guncangan pasokan minyak akibat krisis di Selat Hormuz dapat memangkas permintaan minyak global hingga 0,32 juta barel per hari pada akhir 2027.

Dikutip dari Reuters, Goldman dalam catatannya menyebut penetrasi penjualan mobil listrik global naik sebesar 3,4 poin persentase menjadi 26,1% pada Mei 2026. Angka tersebut menjadi level tertinggi kedua yang pernah tercatat.

Goldman memperkirakan permintaan minyak global akan berkurang sekitar 0,13 juta barel per hari pada Desember 2027 dalam skenario Temporary Acceleration, yakni ketika tingkat penetrasi EV di setiap kawasan bertahan di level Mei 2026.

Dalam skenario Persistent Acceleration, penurunan permintaan minyak bisa mencapai sekitar 0,32 juta barel per hari pada periode yang sama. Skenario ini mengasumsikan pertumbuhan penetrasi EV di setiap kawasan berlanjut secara linear mengikuti tren Februari hingga Mei 2026.

Goldman menilai kendaraan listrik roda dua dan roda tiga menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat penurunan konsumsi bahan bakar minyak, terutama di India, Vietnam, dan Tiongkok.

Menurut Goldman, kendaraan listrik roda dua dan roda tiga menyumbang mayoritas penjualan EV di ketiga negara tersebut.

Kendaraan jenis ini memang hanya menggantikan konsumsi bahan bakar sekitar sepertiga hingga separuh dari mobil listrik penumpang, tetapi tetap berkontribusi besar dalam menekan permintaan BBM secara keseluruhan.

Goldman juga mencatat 12 dari 15 pasar EV terbesar di dunia mengalami kenaikan penetrasi kendaraan listrik. China memimpin peningkatan tersebut setelah tingkat penetrasinya naik 11,4 poin persentase.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik mulai menjadi faktor yang semakin relevan dalam prospek permintaan minyak global, terutama ketika konsumen dan pemerintah mencari alternatif energi pasca krisis pasokan minyak. (ARF)