Profit taking saham chip picu trading halt, KOSPI ambles 9,99%

Selasa, 23 Juni 2026

image

JAKARTA – Indeks saham acuan Korea Selatan, KOSPI, anjlok hampir 10% hingga pukul 13.00 WIB pada perdagangan Selasa (23/6), memicu trading halt atau penghentian perdagangan sementara.

Analis Kiwoom Securities Han Ji-young menilai koreksi tajam tersebut merupakan dampak jangka pendek, dari lonjakan harga saham semikonduktor dalam beberapa waktu terakhir.

“Penurunan dipicu oleh meningkatnya tekanan aksi ambil untung dari investor asing,” kata Han seperti dikutip Reuters.

Pada pukul 13.30 WIB, KOSPI tercatat melemah 9,99% setelah sehari sebelumnya ditutup pada rekor tertinggi. Sebelumnya, perdagangan juga sempat dihentikan karena kontrak berjangka KOSPI turun 5%.

Harga saham produsen chip seperti Samsung Electronics dan rivalnya SK Hynix turun lebih dari 12%, sementara LG Electronics turun lebih dari 6%.

Saham unggulan KOSPI lainnya seperti Hyundai Motor dan KIA juga merosot lebih dari 12%.

Dari 918 saham yang diperdagangkan, sebanyak 771 saham melemah dan hanya 131 saham menguat. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih saham senilai 2,8 triliun won atau sekitar US$1,82 miliar.

Laporan Reuters mencatat tekanan di pasar saham terjadi sehari setelah otoritas bursa saham Korea Selatan mengakui bahwa mereka, terlalu tergesa-gesa menyetujui produk investasi dengan leverage, yang terkait dengan sejumlah saham produsen chip.

Dari pasar valuta asing, won Korea melemah 0,31% terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menanggapi pelemahan ini, Menteri Keuangan Korea Selatan, Koo Yun-Cheol, mengatakan nilai tukar won saat ini tak sesuai dengan fundamental ekonomi negaranya. (KR)