DKFT akan minta tambahan kuota nikel, bidik kenaikan laba 9,5%

Selasa, 23 Juni 2026

image

JAKARTA – PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) memastikan rencana pengajuan revisi RKAB akan diajukan pada Juli 2026, yang akan mendukung pertumbuhan laba bersih 9,5% menjadi Rp629 miliar hingga akhir tahun.

Dalam surat klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (23/6), DKFT telah mengumumkan rencana pengajuan revisi RKAB kepada investor dalam paparan publik yang digelar pada April lalu. Namun pengajuan akan disampaikan pada Juli 2026, sesuai ketentuan dan regulasi Kementerian ESDM.

DKFT juga mengklarifikasi bahwa penyesuaian target produksi dan penjualan sepanjang 2026 telah sesuai, dengan proyeksi yang dipaparkan saat paparan publik. Meski terdapat penyesuaian pada kuantitas penjualan, DKFT tetap menargetkan laba bersih sebesar Rp629 miliar untuk 2026, meningkat 9,5% secara tahunan.

“Perseroan meyakini bahwa target pertumbuhan laba tahun 2026 ini akan tetap terjaga dengan baik,” kata Direktur DKFT, Feni Silviani Budiman.

Sebelumnya pada paparan publik tersebut, Direktur DKFT, Andi Jaya, mengungkapkan kuota awal produksi bijih nikel yang diperoleh dari pemerintah turun sekitar 35% untuk 2026.

Selain itu, DKFT juga memastikan produksi bijih nikel tetap akan dioptimalkan agar mendekati 4 juta ton pada 2026. Emiten tambang nikel ini juga menyesuaikan target penjualan bijih nikel, menjadi 1,9 juta ton atau lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 3,02 juta ton.

Hingga kuartal pertama 2026, volume produksi bijih nikel DKFT telah mencapai 554.376 ton, turun sekitar 44% secara tahunan atau dari 996.598 ton pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu volume penjualan bijih nikel juga turun sekitar 19% secara tahunan menjadi 754.860 ton di kuartal pertama.

Meskipun demikian, pendapatan DKFT di kuartal pertama naik sekitar 20% secara tahunan menjadi Rp506 miliar, membuat laba bersihnya melesat 72,9% menjadi Rp238,45 miliar. (KR)