Uang beredar tembus Rp10.415 triliun pada Mei, tumbuh 10,8%
Selasa, 23 Juni 2026
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.415,9 triliun pada Mei 2026, tumbuh 10,8% secara tahunan dan lebih tinggi dari April 2026 yang mencatat pertumbuhan 9,2%.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan perkembangan M2 pada Mei dipengaruhi kinerja penyaluran kredit, serta aktiva luar negeri bersih yang tumbuh lebih kencang.
Dalam keterangan yang disampaikan Selasa (23/6), penyaluran kredit pada Mei 2026 tumbuh 10,8% yoy menjadi Rp8.759 triliun. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan 9,4% yang terjadi pada April.
Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh 5,2% menjadi Rp2.056 triliun pada Mei. Capaian ini lebih tinggi dari pertumbuhan 3,7% yang terjadi pada April.
"Perkembangan M2 pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih," kata Ramdan.
Sementara berdasarkan komponen pembentuknya, pertumbuhan M2 didukung oleh kenaikan uang beredar dalam artian sempit (M1), yang mencapai 15,3% secara tahunan menjadi Rp6.025 triliun. Adapun uang kuasi tumbuh 6% secara tahunan menjadi Rp4.319,3 triliun.
Meskipun demikian, BI menjelaskan pertumbuhan kredit yang dimaksud hanya mencakup pinjaman (loans), serta tanpa menghitung instrumen keuangan yang disetarakan dengan pinjaman seperti surat berharga, tagihan akseptasi bank, maupun transaksi repo.
Selain itu, data tersebut juga tidak mencakup kredit yang disalurkan kantor bank umum di luar negeri, serta pinjaman kepada pemerintah pusat dan nonresiden. (KR)