Pakistan bakal genjot produk pertanian dan kirim tenaga medis ke RI
Rabu, 10 Desember 2025

JAKARTA – Pemerintah Pakistan menjanjikan peningkatan ekspor produk pertanian dan produk berbasis teknologi informasi guna mengurangi kesenjangan neraca perdagangan dengan Indonesia. Hal itu disampaikan PM Pakistan Shehbaz Sharif saat jumpa pers bersama Presiden Prabowo Subianto di Islamabad, Selasa (9/12) waktu setempat.
Dia mengatakan nilai perdagangan Pakistan dan Indonesia sebesar US$4,5 miliar, yang mana lebih 90% merupakan impor dari Indonesia yakni, komoditi minyak sawit.
“Kita telah mendiskusikan bagaimana mengambil langkah korektif untuk menyeimbangkan neraca perdagangan ini melalui ekspor produk pertanian dari Pakistan,” katanya.
Menurut dia, peningkatan ekspor dari Pakistan ke Indonesia untuk menutupi kesenjangan neraca perdagangan.
Selain itu, PM Pakistan juga menyampaikan kesepakatan untuk mengirim tenaga medis dari Pakistan, dokter gigi, dan profesor kedokteran guna memenuhi rencana Indonesia memperbanyak fakultas kedokteran dan perguruan tinggi.
“Saya ingin memastikan kepada anda bahwa apapun yang bisa kami lakukan dalam hal ini, akan kami lakukan tanpa penundaan,” katanya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas dukungan Pakistan mengirim tenaga medis ke Indonesia.
“Saya sangat senang dan bersyukur bahwa Pakistan bersedia membantu kami dalam bidang kesehatan dengan mengirim dokter, profesor dan para ahli membantu kami,” katanya.
Prabowo menyampaikan Indonesia memiliki kebutuhan besar akan tenaga dokter dan dokter gigi. Bantuan dari Pakistan, kata Presiden, akan strategis dan krusial bagi Indonesia.
“Saya juga telah memberikan instruksi ke para menteri saya untuk mempercepat peyeimbang kembali hubungan dagang kita secara konkret dengan langkah praktis,” katanya. (LK)