Saham SpaceX anjlok ke level terendah sejak IPO

Selasa, 23 Juni 2026

image

NEW YORK - Setelah SpaceX mengumumkan penjualan obligasi perdana di tengah volatilitas tinggi pasca-IPO, saham SpaceX anjlok pada Senin (22/6) ke level terendah sejak hari debutnya di bursa.

Dikutip dari Investopedia, saham perusahaan antariksa, konektivitas, dan kecerdasan buatan milik Elon Musk itu turun 16% dan ditutup di harga US$154,60. Penurunan tersebut membuat harga saham SpaceX turun sekitar 30% di bawah rekor tertinggi pekan lalu dan 4% lebih rendah dibandingkan dengan level penutupan pada 12 Juni, hari pertama perdagangan sahamnya.

Saat awal melantai di bursa, saham SpaceX sempat melonjak hampir 20% di atas harga IPO US$135 pada hari pertama perdagangan. Kenaikan itu terus berlanjut hingga awal pekan lalu dan sempat membuat valuasi SpaceX melampaui raksasa e-commerce Amazon, dengan kapitalisasi pasar mendekati US$3 triliun.

Namun, tekanan jual mulai muncul pada Rabu (17/6), yang menandai hari pertama saham SpaceX ditutup di zona merah sejak melantai di bursa. Tekanan berlanjut pada hari berikutnya menjelang libur Juneteenth pada Jumat (19/6). Kini kapitalisasi pasar SpaceX turun menjadi sedikit di atas US$2 triliun.

Pada Senin (22/6), SpaceX mengumumkan penjualan obligasi perdananya. Perusahaan tidak mengungkap nilai penawaran tersebut, tetapi mengatakan dana hasil penerbitan akan digunakan untuk melunasi seluruh pinjaman yang masih outstanding dalam fasilitas bridge loan.

Awal tahun ini, SpaceX menarik pinjaman hingga US$20 miliar sebagai bagian dari merger dengan startup kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI.

Analis menilai jumlah saham beredar SpaceX yang relatif kecil dan sifat valuasinya yang spekulatif membuat saham ini berpotensi tetap bergerak liar dalam beberapa bulan ke depan.

Di sisi lain, saham SpaceX masih berpotensi mendapat sentimen positif jika mulai masuk ke indeks-indeks saham utama. Namun tekanan jual juga bisa kembali menguat ketika periode lock-up pasca-IPO yang membatasi penjualan saham oleh orang dalam mulai berakhir dalam beberapa bulan mendatang. (ARF)