Emiten sawit Peter Sondakh terbitkan obligasi Rp210 miliar

Rabu, 10 Desember 2025

image

JAKARTA – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), emiten perkebunan sawit, menyiapkan penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap III Tahun 2025 senilai Rp210 miliar pada akhir Desember 2025.

Obligasi keberlanjutan ini adalah bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Eagle High Plantations dengan total target dana Rp400 miliar.

Sebelumnya, BWPT telah mengeluarkan obligasi tahap I Rp61,85 miliar dan tahap II Rp30,09 miliar, masing-masing pada tahun 2024 dan 2025.

Untuk Obligasi Berkelanjutan Tahap III Tahun 2025, BWPT menjamin secara penuh (full commitment) sebesar Rp171,92 miliar, yang akan terbagi menjadi dua seri:

  • Seri A sebesar Rp46,91 miliar, dengan tingkat bunga tetap pada 9,75% per tahun, dengan jangka waktu 370 hari
  • Seri B sebesar Rp125 miliar, dengan tingkat bunga tetap 11% per tahun, dengan jangka waktu 3 tahun

“Sisa dari jumlah pokok obligasi yang ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp38,09 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort),” ujar manajemen BWPT dalam prospektus, Rabu (10/12).

Bunga obligasi akan dibayarkan tiap tiga bulan sejak tanggal emisi, dengan tanggal pertama pembayaran jatuh pada 6 April 2026.

Melalui penerbitan obligasi kali ini, BWPT akan mengalokasikan dana sekitar Rp180 miliar untuk setoran modal anak usaha, yang akan digunakan untuk pembayaran seluruh pokok utang bank.

Sisanya, sekitar Rp30 miliar, digunakan untuk modal kerja Perseroan.

“Pembelian persediaan seperti tandan buah segar dan minyak kelapa sawit, biaya pemeliharaan tanaman menghasilkan seperti pupuk, energi dan bahan bakar, serta biaya overhead,” tambah manajemen.

Sebagai catatan, BWPT kini tercatat memiliki 24 anak usaha perkebunan kelapa sawit yang memiliki hak atas tanah dengan total luas area sekitar 87.000 hektar tersebar di 6 provinsi di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, dan Papua.

Saham BWPT hari ini, Rabu (10/12) bergerak turun 4,02% hingga pukul 14.11 WIB ke level Rp167 per lembar. Namun, sejak awal tahun, BWPT sudah melonjak 187,93%. (ZH)