Zuckerberg gandeng pendiri CRED guna perkuat whatsapp

Rabu, 24 Juni 2026

image

JAKARTA - Pendiri Meta, Mark Zuckerberg, kembali mengandalkan strategi akuisisi dan investasi yang selama ini menjadi kunci keberhasilannya untuk mengembangkan potensi layanan keuangan (fintech) di WhatsApp. 

Seperti dikutip Reuters, aplikasi pesan instan milik Meta tersebut dinilai belum mampu sepenuhnya memanfaatkan basis penggunanya yang sangat besar, terutama di India.

Salah satu langkah yang sedang dipertimbangkan adalah investasi senilai US$900 juta untuk mengakuisisi sekitar 20% saham CRED, perusahaan fintech asal India.

Kesepakatan itu juga disebut akan membawa pendiri CRED, Kunal Shah, ke posisi CEO WhatsApp. Namun, sejumlah pihak menilai struktur transaksi tersebut bisa menjadi terlalu rumit dan berisiko.

CRED merupakan aplikasi yang memberikan berbagai insentif kepada pengguna yang membayar tagihan kartu kredit tepat waktu. Perusahaan yang memiliki sekitar 17 juta pengguna itu menawarkan cashback, poin hadiah yang dapat ditukar dengan berbagai produk, hingga akses ke berbagai acara eksklusif. 

Layanan tersebut ditujukan bagi konsumen dengan skor kredit tinggi. Selain itu, CRED juga menyediakan layanan pinjaman dan asuransi.

Kunal Shah dikenal sebagai salah satu pengusaha teknologi terkemuka di India karena keberhasilannya membangun bisnis yang menyasar kelompok pelanggan bernilai tinggi, berbeda dengan banyak perusahaan teknologi lain yang lebih berfokus pada pertumbuhan jumlah pengguna.

Di sisi lain, WhatsApp masih menghadapi tantangan dalam mengubah basis penggunanya yang mencapai sekitar 854 juta orang di India menjadi pengguna aktif layanan pembayaran.

Saat ini, WhatsApp menangani kurang dari 1% dari sekitar 23 miliar transaksi bulanan yang diproses melalui sistem pembayaran cepat domestik India. 

Angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan PhonePe yang didukung Walmart dan Google Pay milik Alphabet, yang secara bersama-sama menguasai hampir 80% pasar.

Bahkan, nilai transaksi yang diproses WhatsApp hanya sekitar seperlima dari total transaksi yang ditangani CRED. 

Kondisi tersebut membuat investasi di CRED serta penunjukan Shah sebagai pemimpin WhatsApp dipandang sebagai langkah yang masuk akal. 

Selain berpotensi memiliki saham di perusahaan yang mengklaim telah mencatat kuartal pertama yang menguntungkan, Meta juga membuka peluang untuk melakukan akuisisi penuh di masa depan.

Meski demikian, belum ada jaminan bahwa keberhasilan Shah dalam melayani segmen pelanggan premium dapat diterapkan pada basis pengguna massal WhatsApp di India maupun negara lain. 

Penunjukan eksekutif asal India itu juga belum tentu membantu Meta menghadapi berbagai sengketa hukum dengan regulator India terkait kebijakan berbagi data.

Strategi Meta juga dinilai bergantung pada keinginan regulator India untuk mengurangi dominasi PhonePe dan Google Pay di sektor pembayaran digital. 

Namun, bank sentral India pada saat yang sama tetap mewaspadai potensi dampak dominasi perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat terhadap persaingan usaha.

Menurut laporan Economic Times yang mengutip sumber terkait, Meta tidak akan memperoleh kursi dewan direksi CRED dan sebagian pembayaran investasi akan dilakukan dalam bentuk kredit iklan. 

Meski demikian, sejumlah pihak telah meminta regulator untuk meninjau lebih lanjut rencana transaksi tersebut. (DK)