SpaceX terkoreksi usai IPO, pasar soroti risiko dan likuiditas
Rabu, 24 Juni 2026
WASHINGTON - Saham SpaceX (SPCX) melanjutkan pergerakan volatil pada Selasa, sempat turun di bawah harga pembukaan hari pertama sebelum kembali menguat di tengah pelemahan sektor teknologi, mempertegas perhatian Wall Street terhadap keseimbangan antara pembeli dan penjual saham yang sangat bergejolak tersebut.
Dilansir dari Reuters, saham perusahaan roket dan AI milik Elon Musk ini telah naik hingga 67% sejak mulai diperdagangkan pada 12 Juni, namun juga sempat turun 35% dari puncaknya.
Fluktuasi ini dinilai analis belum mencerminkan perubahan fundamental pada prospek dan valuasi perusahaan, mengingat banyaknya informasi yang sudah diketahui sebelum IPO senilai US$75 miliar serta minimnya informasi baru setelahnya.
Namun, kondisi ini dapat berubah dalam beberapa hari ke depan.
Masuknya SpaceX ke indeks utama dan dimulainya liputan riset oleh bank investasi besar diperkirakan memicu pembelian baru, sementara berakhirnya masa lock-up saham dapat meningkatkan tekanan jual.
Valuasi perusahaan yang tinggi, dengan rasio harga terhadap pendapatan sekitar 141 kali proyeksi pendapatan 2025, tidak menghalangi pembeli.
Namun aktivitas di pasar opsi mulai lebih defensif, dengan semakin banyak investor bertaruh pada penurunan harga setelah awal yang sangat bullish.
Aktivitas opsi kini disebut lebih seimbang dan tidak lagi terlalu euforia. Sebagian pelaku pasar melihat harga IPO US$135 dan harga awal perdagangan US$150 sebagai level penting yang bisa menjadi titik tekanan.
Sekitar 5%–7% saham dilaporkan telah dijual pendek (short selling), yaitu strategi meminjam saham untuk dijual dan membeli kembali di harga lebih rendah.
Pada perdagangan Selasa, saham naik 6% ke US$164,30 setelah sebelumnya sempat turun ke US$147,11 di tengah pelemahan Nasdaq.
Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan koreksi besar sektor teknologi, termasuk penurunan valuasi Nvidia dan pelemahan indeks Nasdaq.
Menurut analis, volatilitas seperti ini umum terjadi pada beberapa minggu pertama setelah IPO, dan fokus investor kini bergeser ke normalisasi perdagangan serta faktor makroekonomi seperti inflasi dan kebijakan Federal Reserve.
Sejumlah peristiwa diperkirakan akan memengaruhi pergerakan saham dalam waktu dekat:
• Rebalancing indeks FTSE Russell (potensi arus masuk US$2,68 miliar)
• Peluncuran ke-13 Starship pada 29 Juni
• Potensi masuk ke Nasdaq 100 pada 6 Juli
• Berakhirnya masa “quiet period” riset analis pada 7 Juli
Selain itu, ETF besar seperti Invesco QQQ Trust dan iShares Russell 1000 ETF diperkirakan turut menambah eksposur terhadap saham tersebut.
Pasar opsi menunjukkan posisi yang mulai lebih defensif, dengan sebagian besar kontrak memperkirakan kemungkinan saham turun di bawah US$130 pada pertengahan September.
Meski demikian, secara keseluruhan masih ada bias bullish ringan, meski jumlah kontrak put kini hampir dua kali lipat call pada beberapa rentang harga tertentu, mencerminkan meningkatnya strategi lindung nilai.
Berbeda dari IPO pada umumnya, SpaceX menerapkan pembatasan penjualan saham yang lebih fleksibel dan bertahap, tergantung kinerja perusahaan dan target harga saham.
Sebagian pemegang saham juga dapat mulai menjual setelah laporan keuangan kuartalan pertama dirilis jika syarat tertentu terpenuhi. (DK)