Bank of Canada: Arus modal menuju AS berlebihan

Rabu, 24 Juni 2026

image

OTTAWA - Gubernur Bank of Canada, Tiff Macklem, memperingatkan bahwa ketidakseimbangan ekonomi global yang terus melebar berpotensi mendorong aliran modal berlebihan ke Amerika Serikat dan meningkatkan risiko stabilitas keuangan dunia.

Dalam pidatonya di Paris, Macklem menjelaskan bahwa arus modal antarnegara besar kini dipengaruhi oleh sejumlah faktor struktural, termasuk ketergantungan China pada ekspor, kebutuhan Amerika Serikat terhadap pendanaan dari luar negeri, serta rendahnya tingkat investasi di Eropa. 

Seperti dikutip TheGlobeAndMail, kombinasi ini menciptakan kondisi di mana AS terus mencatat defisit perdagangan kronis, sekaligus menarik arus dana besar dari seluruh dunia, yang pada gilirannya dapat memicu tekanan politik dan potensi gelembung aset.

Ia menegaskan bahwa meskipun arus keuangan lintas batas pada dasarnya bermanfaat, aliran yang terlalu besar dapat menyebabkan distorsi harga aset, memperlebar ketidakseimbangan perdagangan, serta meningkatkan risiko instabilitas sistem keuangan global. 

“Ketika arus menjadi berlebihan, modal dapat salah dialokasikan, tekanan menumpuk, dan risiko stabilitas meningkat,” ujarnya.

Macklem juga menyoroti perubahan signifikan dalam sistem keuangan global, di mana peran lembaga non-bank seperti hedge fund dan perusahaan private equity semakin dominan.

Menurutnya, hal ini membuat sistem keuangan menjadi lebih besar, lebih cepat, dan lebih kompleks, tetapi sekaligus lebih sulit diawasi karena banyak pelaku baru yang kurang teregulasi dan belum teruji dalam kondisi krisis.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut memunculkan dua risiko utama. 

  • Pertama, aliran modal besar ke AS dapat kembali menyebabkan salah alokasi investasi dan mendorong valuasi saham serta kredit ke level yang terlalu tinggi. 
  • Kedua, arus tersebut dapat berbalik secara tiba-tiba dan memicu guncangan keuangan yang dampaknya bisa menyebar ke luar Amerika Serikat.

Macklem juga mempertanyakan apakah pemerintah, regulator, dan sektor swasta mampu menangani ketidakseimbangan ini sebelum terjadi penyesuaian yang tidak terkendali di pasar global. 

Ia menilai pendekatan seperti perang tarif atau manipulasi nilai tukar tidak efektif dan justru merugikan semua pihak karena menekan pertumbuhan ekonomi global.

Sebaliknya, ia menekankan perlunya penanganan masalah mendasar dalam ekonomi masing-masing negara. 

China, misalnya, didorong untuk memperkuat konsumsi domestik, sementara Eropa perlu meningkatkan integrasi dan investasi, termasuk di bidang infrastruktur dan pertahanan. 

Amerika Serikat sendiri diharapkan dapat mengurangi defisit fiskalnya.

Menurut Macklem, negara lain juga dapat berperan dengan menciptakan lebih banyak aset investasi agar arus tabungan global tidak terlalu terkonsentrasi di Amerika Serikat. 

Ia mencontohkan Kanada yang perlu mengurangi hambatan perdagangan antarprovinsi serta menurunkan ketidakpastian regulasi.

Dalam sesi terpisah setelah pidato tersebut, Macklem juga menanggapi data inflasi terbaru Kanada. 

Statistik Kanada mencatat inflasi tahunan mencapai 3,2% pada Mei, terutama akibat kenaikan harga minyak, sementara inflasi inti masih berada di sekitar target 2% bank sentral.

Ia menyebut belum terlihat adanya dampak meluas dari kenaikan harga energi terhadap harga barang dan jasa lainnya, sehingga belum ada indikasi inflasi yang bersifat menyeluruh.

Macklem juga menambahkan bahwa kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran, serta dibukanya kembali Selat Hormuz untuk kapal tanker minyak, telah mengurangi risiko kenaikan inflasi lebih lanjut. (DK)