Masayoshi Son tolak ide Elon Musk bangun data center di luar angkasa

Rabu, 24 Juni 2026

image

NEW YORK - Pendiri SoftBank Group, Masayoshi Son, menilai bahwa gagasan membangun pusat data (data center) di luar angkasa seperti yang diusulkan Elon Musk memiliki manfaat yang terbatas, terutama dalam konteks persaingan kecerdasan buatan (AI) yang masih sangat bergantung pada infrastruktur di Bumi.

Dalam rapat pemegang saham tahunan unit seluler SoftBank pada Selasa (23 Juni), Son menjelaskan bahwa keuntungan utama data center luar angkasa adalah potensi penghematan biaya listrik. 

Seperti dikutip TheBusinessTimes, menurutnya, biaya energi hanya merupakan sebagian kecil dari total biaya operasional, dibandingkan dengan mahalnya perangkat keras seperti chip.

Ia juga menyoroti bahwa pengiriman peralatan ke luar angkasa, biaya perawatan, serta keterlambatan komunikasi akan jauh lebih mahal dan tidak efisien dibandingkan infrastruktur di Bumi.

“Dalam persaingan AI, beberapa tahun ke depan jauh lebih penting dibandingkan satu dekade ke depan,” ujar Son, seraya menegaskan bahwa kemenangan akan ditentukan oleh kemampuan komputasi di Bumi.

Meski demikian, ia tetap menyebut Elon Musk sebagai “agen perubahan yang luar biasa”. Namun, SoftBank, katanya, akan tetap fokus membangun kapasitas pusat data yang kuat di darat.

Son juga menegaskan prinsip “siapa yang bergerak lebih dulu akan menang” dalam perlombaan AI global.

SoftBank sendiri telah berkomitmen sekitar US$65 miliar kepada OpenAI dan berencana menggelontorkan ratusan miliar dolar lagi untuk infrastruktur data center di berbagai negara.

Menurutnya, permintaan komputasi yang terus meningkat masih akan membuka ruang pertumbuhan besar bagi pemain seperti OpenAI, Anthropic, dan Google.

Di sisi lain, unit telekomunikasi SoftBank juga tengah bersiap memasuki bisnis neocloud dan penyimpanan baterai untuk data center di Amerika Serikat, dengan rencana peluncuran bisnis neocloud Jepang tahun ini. (DK)