Harga minyak anjlok dekati level terendah selama 4 bulan
Rabu, 24 Juni 2026
NEW YORK - Harga minyak turun pada hari Rabu (24/6) memperpanjang pelemahan minggu ini dan diperdagangkan mendekati level terendah dalam empat bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya.
Seperti dikutip Reuters, penurunan terjadi di tengah tanda-tanda bahwa lebih banyak kapal tanker minyak yang terjebak di Teluk sejak dimulainya perang Iran mulai bergerak keluar melalui Selat Hormuz.
Kontrak berjangka minyak Brent turun 37 sen atau 0,5% menjadi US$76,71 per barel pada pukul 00.43 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 36 sen atau 0,5% menjadi US$72,85 per barel.
Kedua acuan harga tersebut juga telah turun hampir 1% pada hari Selasa dan menyentuh level terendah sejak awal Maret.
Harga minyak berada di bawah tekanan setelah Washington memberikan pengecualian sanksi selama 60 hari kepada Teheran usai pembicaraan damai awal, yang memungkinkan Iran kembali menjual minyak. Selain itu, meredanya ketegangan di Lebanon juga turut menekan harga.
“Harga minyak mentah tertekan oleh harapan meredanya ketegangan AS–Iran dan pemulihan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz,” kata Tomomichi Akuta, ekonom senior di Mitsubishi UFJ Research and Consulting.
Ia menambahkan bahwa kemajuan lebih lanjut dalam negosiasi nuklir dapat mendorong harga kembali ke level sebelum perang.
Pada hari Selasa, Oman dan Iran sepakat melanjutkan pembicaraan mengenai pengelolaan navigasi di Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan setiap upaya Iran untuk mengenakan biaya transit akan melanggar hukum internasional.
Namun, ketidakpastian masih ada mengenai keberlanjutan kesepakatan tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah menyetujui inspeksi nuklir “tanpa batas waktu”, sementara Teheran membantah klaim tersebut.
Investor juga memantau seberapa cepat produsen Timur Tengah dapat memulihkan ekspor dan apakah lebih banyak kapal akan kembali memasuki wilayah tersebut.
Sumber militer Iran kepada kantor berita Fars mengatakan bahwa sejumlah terbatas kapal diizinkan melintas setiap hari melalui selat tersebut dengan koordinasi Angkatan Laut Garda Revolusi Iran.
Data pelacakan kapal menunjukkan tiga supertanker yang terjebak telah melewati selat pada hari Selasa.
Badan pelayaran PBB menyebutkan bahwa rencana evakuasi sedang disiapkan untuk memungkinkan ratusan kapal dengan sekitar 11.000 pelaut yang terjebak di Teluk dapat kembali berlayar setelah kesepakatan gencatan senjata AS–Iran.
Sementara itu, persediaan minyak mentah turun 765.000 barel pada pekan yang berakhir 19 Juni, menurut sumber pasar yang mengutip data American Petroleum Institute. Survei Reuters terhadap sembilan analis memperkirakan penurunan yang lebih besar, sekitar 4,5 juta barel. (DK)