AS gelontorkan dana US$17,5 miliar untuk bangun 10 reaktor nuklir baru
Rabu, 24 Juni 2026
NEW YORK - Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) berencana memberikan pinjaman sebesar US$17,5 miliar untuk mendukung pembangunan 10 reaktor nuklir komersial skala besar di seluruh negeri, dengan target mempercepat penyelesaiannya hingga tiga tahun lebih cepat.
Pendanaan yang disalurkan melalui Office of Energy Dominance Financing (EDF) tersebut akan digunakan untuk membantu lima proyek terpilih dalam pengadaan komponen jangka panjang yang dibutuhkan untuk pembangunan pembangkit nuklir, kata DOE dalam pernyataannya pada Selasa.
Seperti dikutip MINING.COM, program ini, yang disebut American Nuclear Supply Chain Loans, merupakan bagian dari perintah eksekutif Presiden Donald Trump untuk membangkitkan kembali industri nuklir Amerika Serikat.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pembiayaan ini akan memainkan peran penting dalam membangun kembali rantai pasok yang dibutuhkan untuk pengembangan nuklir berskala besar, sesuai arahan untuk mempercepat “kebangkitan nuklir” di AS.
Setiap dari lima proyek yang dipilih akan membangun dua reaktor, sehingga totalnya menjadi 10 reaktor.
Proyek-proyek ini akan bekerja sama dengan Westinghouse Electric Company, yang mengoperasikan teknologi reaktor AP1000 berskala besar yang telah berlisensi di AS.
Dalam skema ini, Westinghouse dan mitra proyek masing-masing harus menyetor modal awal sebesar US$500 juta per proyek sebelum dapat mengakses dana pinjaman DOE, sebagai bentuk komitmen investasi awal.
Setiap reaktor AP1000 diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 1,1 gigawatt listrik, sehingga total program ini dapat memasok listrik untuk hampir 10 juta rumah tangga di Amerika Serikat.
DOE menyebut strategi pembelian peralatan secara besar-besaran ini akan menurunkan biaya komponen, meningkatkan efisiensi rantai pasok, dan mempercepat waktu pembangunan hingga tiga tahun.
Pengumuman ini menyusul kesepakatan sebelumnya antara Westinghouse dan Departemen Perdagangan senilai US$80 miliar untuk memperluas kapasitas nuklir di AS.
Perusahaan tersebut saat ini memiliki sejumlah reaktor yang beroperasi maupun dalam tahap pembangunan di berbagai negara.
Saham Cameco Corporation naik sekitar 2% setelah pengumuman tersebut, dengan kinerja saham yang telah menguat lebih dari 10% sepanjang tahun berjalan. (DK)