Lion Group investasi US$12 juta di startup stablecoin Indonesia
Rabu, 24 Juni 2026
JAKARTA - Lion Group Holding Ltd mengumumkan partisipasinya dalam investasi hingga US$12 juta di PT Nusantara Bumi Sangkara, perusahaan teknologi Indonesia yang mengembangkan stablecoin berbasis Rupiah.
Seperti dikutip Investing, Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan Meili Capital Management Limited, dengan skema investasi non-tunai berbasis penerbitan saham biasa yang direpresentasikan melalui American Depositary Shares atau instrumen ekuitas lainnya.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Lion Group akan memperoleh kepemilikan ekonomi tidak langsung sebesar 10% di perusahaan target melalui Meili atau kendaraan investasi yang ditunjuk.
PT Nusantara Bumi Sangkara sendiri tengah mengembangkan NIDR, stablecoin yang dipatok 1:1 terhadap Rupiah Indonesia dan didukung oleh aset cadangan.
Proyek ini menargetkan layanan transfer dana lintas batas sekaligus pengembangan infrastruktur keuangan digital berbasis blockchain, smart contract, serta sistem manajemen risiko berbasis kecerdasan buatan.
Perusahaan tersebut juga telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia.
Lion Group menyebut investasi ini selaras dengan strategi Digital Asset Treasury serta rencana akuisisi Aquila Hash, Inc., perusahaan infrastruktur AI yang berbasis di Amerika Serikat.
Perusahaan juga mengoperasikan platform perdagangan yang mencakup total return swap, contract-for-difference (CFD), serta opsi saham over-the-counter.
Saat ini, Lion Group memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$2,89 juta dengan harga saham US$0,62, turun 98,5% dalam setahun terakhir.
Meski demikian, perusahaan menyebut sahamnya masih undervalued berdasarkan analisis InvestingPro yang menempatkannya dalam daftar peluang saham dengan valuasi rendah.
Wilson Wang, Chief Executive Officer Lion Group, menyatakan bahwa transaksi ini menjaga struktur modal perusahaan sekaligus membuka eksposur ke sektor stablecoin dan pembayaran digital di Asia Tenggara.(DH)