Harga emas spot tertekan, turun hingga di bawah US$4.070 per ons

Rabu, 24 Juni 2026

image

NEW YORK - Harga emas turun untuk hari kedua berturut-turut, tertekan oleh penguatan dolar AS dan aksi jual di saham berbasis teknologi yang mendorong investor mengurangi kepemilikan emas batangan serta menutup kerugian di aset lain.

Seperti dikutip Bloomberg, harga emas spot sempat turun hingga 1,2% ke bawah US$4.070 per troi ons, setelah pada sesi sebelumnya juga melemah 1,7% ke level penutupan terendah dalam dua minggu.

Obligasi pemerintah AS (Treasuries) menguat pada Selasa, sementara indeks dolar AS naik sekitar 0,6% sepanjang pekan ini, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli global.

Harga emas “semakin kembali berkorelasi dengan imbal hasil riil,” kata Christopher Wong, analis dari Oversea-Chinese Banking Corp.

Meski emas dikenal sebagai aset safe haven, logam mulia ini kerap ikut turun saat terjadi aksi jual besar di berbagai pasar karena digunakan sebagai sumber likuiditas.

Penurunan di Wall Street pada Selasa dipicu kekhawatiran bahwa reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) telah terlalu jauh, meskipun pasar saham Asia kemudian mengalami pemulihan terbatas.

Sentimen risk-off ini memberi tekanan tambahan pada emas, yang sebelumnya sudah tertekan oleh inflasi yang masih tinggi dan ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga. Suku bunga yang lebih tinggi menjadi faktor negatif bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Kebijakan yang lebih hawkish dari Ketua Federal Reserve baru, Kevin Warsh, juga mengguncang pasar dan mengimbangi dampak positif dari kesepakatan damai sementara AS-Iran yang ditandatangani pekan lalu.

“Saya cenderung berpikir kita sudah mendekati puncak sikap hawkish, tetapi bukan berarti kita tidak bisa bertahan di level ini,” kata Wong.

Ia menambahkan bahwa untuk memperpanjang tekanan hawkish, data ekonomi AS perlu kembali menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan.

Indikator inflasi utama berikutnya, yaitu indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang dirilis Kamis, diperkirakan menunjukkan percepatan inflasi.

Harga emas spot turun 0,6% menjadi US$4.091,24 per troi ons pada pukul 10.00 pagi waktu Singapura.

Perak naik tipis 0,2% ke US$61,71, sementara platinum ikut melemah dan paladium relatif stabil. Indeks dolar Bloomberg juga bergerak datar setelah sebelumnya naik 0,4%. (DK)