BofA: Pertama sejak 2023, konsumen AS pilih beli rumah dibanding sewa
Rabu, 24 Juni 2026
JAKARTA - Preferensi konsumen Amerika Serikat terhadap kepemilikan rumah kembali menguat, dengan mayoritas responden kini lebih memilih membeli rumah dibandingkan menyewa atau tinggal bersama keluarga, untuk pertama kalinya sejak 2023, menurut studi terbaru Bank of America (BofA).
Seperti dikutip Reuters, survei tersebut menunjukkan perubahan sentimen di tengah tekanan suku bunga KPR yang masih tinggi, harga rumah yang mahal, serta pasokan properti yang terbatas di pasar perumahan AS.
Temuan tersebut menunjukkan membaiknya sentimen terhadap kepemilikan rumah, meskipun suku bunga hipotek yang tinggi, harga rumah yang tinggi, dan pasokan perumahan yang terbatas terus membebani pasar.
Dari total 2.000 responden, sebanyak 53% menyatakan preferensi untuk membeli rumah, sementara 47% memilih menyewa atau tinggal bersama keluarga.
"Terlepas dari tantangan nyata dan berkelanjutan di pasar, pembeli dan pemilik semakin optimis, dan banyak yang mulai bergerak maju daripada menunggu di pinggir lapangan. Kami melihat perubahan yang berarti dalam sikap terhadap kepemilikan rumah," kata kepala pinjaman konsumen Bank of America, Matt Vernon, dalam sebuah pernyataan.
Bank of America juga mencatat penurunan jumlah konsumen yang menunggu penurunan suku bunga dan harga rumah sebelum membeli, dari 75% pada 2025 menjadi 71% tahun ini.
Di sisi lain, minat pembelian properti dalam waktu dekat juga meningkat. Sekitar 22% responden menyatakan berencana membeli rumah dalam 12 bulan ke depan, naik dari 15% pada tahun sebelumnya.
Para pemilik rumah juga mempercepat rencana mereka untuk membeli properti lain. Sekitar 22% mengatakan mereka berencana untuk membeli dalam satu tahun ke depan, dibandingkan dengan 15% pada tahun 2025, menurut laporan tersebut.
Meski demikian, keterjangkauan tetap menjadi hambatan utama di pasar perumahan AS, dengan harga tinggi dan suku bunga hipotek yang masih menjadi kekhawatiran terbesar konsumen.
"Keterjangkauan harga tetap menjadi hambatan atau kendala utama di pasar, tetapi niat pembeli semakin meningkat. Para pemilik rumah masih mengalami peristiwa-peristiwa penting dalam hidup yang secara tradisional mendorong mereka untuk membeli rumah," kata Vernon kepada Reuters.
Bank of America juga mencatat ekspektasi bahwa suku bunga KPR akan tetap berada dalam kisaran 6,25% hingga 6,75% sepanjang tahun, mencerminkan pandangan bahwa penurunan suku bunga tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Selain itu, survei menunjukkan adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelian rumah mulai meningkat, dengan satu dari lima responden menggunakan alat AI atau chatbot untuk menghitung biaya, mencari lokasi, dan menganalisis tren pasar.(DH)