Aturan pelacakan kendaraan bisa ganggu penjualan mobil di California

Rabu, 24 Juni 2026

image

WASHINGTON - Produsen mobil besar memperingatkan bahwa penjualan mobil baru dan bekas di California berpotensi dihentikan mulai 1 Juli 2026 apabila negara bagian tersebut tidak menunda aturan teknologi kendaraan yang dirancang untuk mencegah pelaku kekerasan dalam rumah tangga melacak korban.

Dikutip dari Reuters, Alliance for Automotive Innovation (Aliansi untuk Inovasi Otomotif) memperingatkan adanya risiko besar penghentian total penjualan mobil di California jika usulan legislasi penundaan aturan baru tidak segera disahkan menjadi undang-undang sebelum 1 Juli 2026.

Kelompok yang mewakili raksasa otomotif seperti General Motors, Toyota, Volkswagen, dan Hyundai ini menegaskan urgensi tersebut karena California merupakan pasar otomotif terbesar di Amerika Serikat yang menyumbang sekitar 10% dari total penjualan nasional.

Regulasi California tahun 2024 mewajibkan pabrikan otomotif memutus akses jarak jauh kendaraan dalam dua hari kerja setelah pengemudi menyerahkan bukti dokumen hukum, seperti surat perintah penahanan. Aturan tersebut juga mengharuskan adanya fitur di dalam mobil yang memudahkan pengemudi untuk menonaktifkan pelacakan lokasi kapan saja.

Kelompok industri mengatakan produsen mobil sudah menerapkan proses daring untuk meminta penghentian akses pihak lain ke layanan kendaraan terkoneksi.

Namun, mereka menilai kepatuhan terhadap sebagian unsur aturan tersebut mustahil dipenuhi tahun ini karena perubahan pada teknologi di dalam kendaraan membutuhkan rekayasa, pengujian, dan integrasi lintas merek, model, tahun produksi, serta sistem kendaraan yang kompleks.

Karena itu, pelaku industri mendesak legislator California segera mengesahkan RUU yang akan memperpanjang tenggat waktu implementasi teknologi di dalam kendaraan agar tidak mengganggu penjualan mobil di negara bagian tersebut. Kantor Gubernur California,Gavin Newsom, sejauh ini belum memberikan komentar atas desakan tersebut.

Latar belakang aturan ini berangkat dari kekhawatiran bahwa teknologi kendaraan terkoneksi dapat disalahgunakan untuk menguntit korban kekerasan domestik.

Pada 2024, analis legislatif California merujuk pada laporan Reuters dan The New York Times mengenai sejumlah produsen mobil yang dinilai gagal membantu perempuan yang mengaku pasangannya melacaknya melalui teknologi kendaraan.

Salah satu kasus yang mencuat adalah gugatan terhadap Tesla oleh seorang perempuan yang menuduh perusahaan itu gagal bertindak meski ia berulang kali melaporkan suaminya menguntit dan melecehkannya lewat teknologi mobil, meskipun sudah ada surat perintah penahanan. (ARF)