EV China melesat di Eropa, BYD dan Chery gerus merek lokal

Rabu, 24 Juni 2026

image

JAKARTA - Pasar otomotif Eropa kembali mencatat pertumbuhan pada Mei 2026, ditopang lonjakan permintaan kendaraan listrik (EV) yang mengimbangi penurunan tajam penjualan mobil berbahan bakar fosil, sekaligus membuka ruang ekspansi bagi produsen China di kawasan tersebut.

Seperti dikutip Reuters, berdasarkan data European Automobile Manufacturers’ Association (ACEA), total registrasi kendaraan di Uni Eropa, Inggris, dan EFTA naik 3,6% menjadi 1.152.523 unit pada Mei 2026.

Secara kumulatif, sepanjang lima bulan pertama tahun ini, pasar tumbuh 4,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kendaraan listrik mendominasi momentum pasar. Pendaftaran mobil listrik baterai (BEV), hibrida plug-in (PHEV), dan mobil hibrida masing-masing meningkat sebesar 39,1%, 13,2%, dan 8,2%, yang secara bersama-sama mencakup lebih dari dua pertiga dari semua kendaraan baru yang terdaftar pada bulan Mei.

"Pasar terus diuntungkan dari permintaan konsumen yang kuat untuk berbagai teknologi elektrifikasi di pasar-pasar utama Eropa, yang didukung oleh manfaat pajak dan skema insentif baru dan yang direvisi," kata asosiasi tersebut dalam sebuah pernyataan.

Sebaliknya, kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) mengalami tekanan signifikan, dengan penjualan mobil bensin dan diesel masing-masing turun sekitar 19%.

Di tengah transisi ini, produsen otomotif Eropa kehilangan pangsa pasar. Registrasi Renault, Stellantis, dan Volkswagen tercatat turun antara 1% hingga 3% seiring meningkatnya persaingan di segmen kendaraan listrik.

Sementara itu, produsen asal China mencatat lonjakan penjualan yang signifikan di pasar Eropa. Leapmotor membukukan kenaikan 465,1% pada Mei, diikuti Chery yang naik 244,1% dan BYD yang meningkat 136,6%.

Tesla juga melanjutkan pemulihan selama empat bulan berturut-turut, dengan registrasi naik 107,9% menjadi 28.610 unit, menandai rebound kuat setelah lebih dari satu tahun mengalami penurunan. (DH)