MDKA tebar dividen perdana Rp300 miliar sejak IPO 2015

Rabu, 24 Juni 2026

image

JAKARTA - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akhirnya membagikan dividen tunai kepada pemegang saham setelah lebih dari satu dekade melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan menyetujui pembagian dividen hingga Rp300 miliar yang berasal dari sebagian saldo laba belum ditentukan penggunaannya.

“Meskipun 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan, MDKA memasuki 2026 dengan fondasi yang lebih kuat. Kami melihat peningkatan kinerja operasional, disiplin biaya yang lebih baik, serta kemajuan penting di berbagai platform pertumbuhan utama Perseroan. Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek perseroan dan komitmen kami untuk memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” tulis Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro dalam keterangan resmi.

Pembagian dividen tersebut didukung perbaikan kinerja operasional di lini bisnis utama Perseroan. Pada segmen emas, proyek Tambang Emas Pani yang dikelola PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berhasil mencatat penuangan emas perdana pada Februari 2026 dan penjualan emas pertama pada Maret 2026.

Sepanjang kuartal I-2026, EMAS memproduksi 1.818 trounce emas dan menjual 516 ounce emas. Perseroan menargetkan produksi Tambang Emas Pani mencapai 100.000 hingga 115.000 ounce sepanjang tahun ini.

Sementara itu, bisnis nikel melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Produksi bijih saprolit meningkat 72% secara tahunan, sedangkan produksi limonit melonjak 195% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi hilirisasi, pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) PT Sulawesi Nickel Cobalt Materials (SLNC) telah mencapai 95%. Adapun pabrik asam AIM menghasilkan 120.911 ton asam sulfat selama masa commissioning pada kuartal pertama 2026.

Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga memberikan restu atas rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV sebanyak-banyaknya 2,44 miliar saham atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.

Manajemen menegaskan persetujuan tersebut bertujuan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan struktur permodalan dan tidak serta-merta berarti Perseroan akan segera menerbitkan saham baru. Implementasi aksi korporasi tersebut akan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan, kondisi pasar, serta ketentuan yang berlaku.

Dengan produksi emas yang mulai bertambah, ekspansi bisnis nikel yang terus berjalan, dan proyek hilirisasi yang mendekati tahap operasional, MDKA optimistis dapat memperkuat kinerja jangka panjang sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham.(DH)