CDIA luncurkan kapal angkut kimia cair baru buatan Jepang

Rabu, 10 Desember 2025

image

JAKARTA – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), melalui anak usahanya di bidang logistik, PT Chandra Shipping International (CSI), siap meluncurkan satu unit kapal logistik kimia cair terbarunya yang diberi nama Novah.

Dengan kapasitas 9.000 deadweight tonnage (DWT), Novah siap beroperasi pada Maret 2026 mendatang, melayani rute domestik dan internasional untuk menjaga kelancaran rantai pasok bahan kimia cair lintas pasar.

“Penambahan kapal melalui CSI juga menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda hilirisasi industri kimia yang dijalankan oleh Chandra Asri Group selaku induk usaha,” ujar manajemen dalam keterangan resminya, Rabu (10/12).

Menurut manajemen, pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang tengah dikembangkan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), akan membutuhkan solusi pengangkutan bahan kimia cair yang efisien dan aman.

Berdasarkan data IDNFinancials.com, TPIA dan usaha patungannya di Singapura, Aster, juga mengelola fasilitas pemurnian dengan kapasitas 237 ribu barel per hari, fasilitas naphtha cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton di Pulau Bukom, dan fasilitas hilirisasi bahan kimia hingga 2,5 juta metrik ton di Pulau Jurong.

Untuk pembangunan Novah, CDIA dan CSI menggandeng galangan kapal asal Jepang, Usuki Shipyard, untuk memastikan armadanya dilengkapi dengan teknologi terkini.

“Kemitraan ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan kapal yang andal, modern, dan sesuai dengan kebutuhan distribusi komoditas kimia cair,” tambah manajemen.

Seperti yang pernah diberitakan IDNFinancials.com, CDIA memang mengumumkan rencana penambahan dua unit kapal angkutan bahan kimia berkapasitas 9.000 DWT pada Juli 2025 lalu – sesuai dengan rencana penggunaan dana IPO yang tercantum dalam prospektusnya.

Meski manajemen tidak mengungkapkan nilai akuisisi armada baru ini, berdasarkan prospektus IPO-nya, CDIA mengalokasikan US$18,3 juta dan ¥5,3 miliar—atau Rp929,3 miliar, untuk pembelian dua kapal pengangkut bahan kimia tersebut.

Berdasarkan keterangan manajemen, CSI kini mengoperasikan 12 armada kapal, berkembang pesat dari 7 unit kapal yang terdaftar saat pertama melantai di bursa Juli lalu. (ZH)