MAP Group sasar ekspansi 600 gerai di tengah pelemahan rupiah

Rabu, 24 Juni 2026

image

JAKARTA – PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), entitas induk MAP Group, menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba di level high single-digit untuk tahun 2026, didukung ekspansi sekitar 550-600 gerai di tahun 2026.

Target kinerja tersebut juga berlaku bagi kedua anak usahanya, PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).

“Kinerja kuartal pertama kami sangat memuaskan, tapi kami tetap mempertahankan guidance kami – single-high digit pada top-line dan bottom-line, baik untuk MAPI dan MAPA,” ujar VP Sharma, Wakil Presiden Direktur MAPI, saat ditemui usai Public Expose MAP Group, Rabu (24/6).

Meski kinerja MAPB sempat melemah dan menekan grup sepanjang 2025, Sharma menganggap bahwa kinerjanya sudah pulih, sehingga ditargetkan ikut bertumbuh high single-digit tahun ini.

Pencapaian target high single-digit ini akan didorong oleh aksi ekspansi sebanyak 550-600 gerai sepanjang tahun. Di paruh pertama tahun 2026, Sharma mengungkapkan bahwa MAP Group telah membuka 200 gerai baru.

“Biasanya kami membuka lebih banyak gerai di semester kedua, terutama di kuartal terakhir,” jelasnya.

Perseroan menganggarkan Rp2 triliun belanja modal atau capex untuk tahun 2026. Namun, Sharma menegaskan bahwa Perseroan kini lebih selektif dalam mengalokasikan capex untuk ekspansi.

Penambahan gerai dan strategi ekspansi MAP Group, imbuhnya, dilakukan berdasarkan analisis mendalam mengenai prospek profitability serta mempertimbangkan like-for-like growth, atau same-store sales growth (SSSG).

“Jika kami yakin gerai atau brand tersebut dapat menghasilkan keuntungan bagi kami, maka kami akan lanjutkan, di Indonesia, dan di manapun,” tegasnya.

Di sisi lain, meski MAP Group optimistis dengan aksi ekspansi dan target kinerjanya tahun ini, Perseroan juga mengakui bahwa pelemahan rupiah sepanjang tahun 2026 menjadi sebuah tantangan besar bagi industri ritel.

“Kami mengimpor brand dalam dolar, poundsterling, dan euro, jadi tentu saja pelemahan rupiah akan meningkatkan beban pokok penjualan kami … dan tentunya, harga jual pun naik. Kami tidak punya pilihan selain membebankannya pada pelanggan,” aku Sharma.

Namun, berdasarkan data keuangan Perseroan, hingga akhir Maret 2026, pendapatan Perseroan tercatat mampu melonjak 32% secara tahunan, dan laba bersih meroket 33%.

Di sisi lain, margin EBITDA MAPI memang terpantau merosot tipis secara tahunan dari 16,7% pada kuartal I 2025 menjadi 15,8% pada kuartal I 2026. Namun, margin laba bersih stabil di level 5,1%. (ZH)